Gubernur Pramono Bongkar Strategi Besar Jakarta Cetak SDM Unggul di Hadapan Lemhannas

Rabu, 24 Sep 2025, 15:15 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima kunjungan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/9). Rombongan dipimpin langsung Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan dan disambut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan materi bertema Transformasi Sistem Pendidikan Nasional dalam rangka Mewujudkan SDM Unggul. Ia menekankan bahwa Jakarta tengah menyiapkan SDM kompetitif melalui transformasi sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah melakukan transformasi sosial. Artinya, masyarakat harus siap diajak bergerak bersama untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” kata Pramono.

Ia menambahkan, tantangan terbesar Jakarta adalah kesenjangan antara masyarakat mampu dan kurang beruntung. Meski sudah ada perbaikan, ia menilai hasilnya harus lebih baik lagi agar manfaat pembangunan dirasakan lebih merata.

Menurutnya, Jakarta perlu bersiap sebagai kota global dengan SDM berdaya saing tinggi. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), peningkatan kualitas guru, hingga memperluas akses pendidikan lewat Kartu Jakarta Pintar Plus dan PPDB Bersama.

Selain pendidikan, Pramono juga menyinggung pentingnya transformasi ekonomi. Ia mendorong birokrasi Jakarta menjadi lebih transparan, fleksibel, dan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“APBD Jakarta 2025 mencapai sekitar Rp92 triliun. Angka ini memang besar, tapi kita tidak boleh hanya bergantung pada itu,” ujarnya.

Pramono menegaskan cara kerja Pemprov DKI harus lebih kreatif dan efisien. Ia mengibaratkan dirinya sebagai dirigen yang memimpin perubahan bersama ASN Jakarta yang diyakini sebagai yang terbaik di Indonesia.

Ia menekankan bahwa profesionalisme dan integritas ASN merupakan kunci tata kelola pemerintahan yang baik. Perubahan, katanya, harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dan karakter kerja aparatur.

“Yang perlu kita ubah adalah kebiasaan dan karakter. Saya selalu menekankan, rapat harus tepat waktu, tidak ada toleransi untuk terlambat,” tegas Pramono.

Ia juga mewajibkan sekitar 64 ribu ASN Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu. Menurutnya, disiplin ini bukan sekadar aturan, melainkan bagian dari upaya membangun integritas ASN Jakarta.

Dengan kedisiplinan tersebut, Pramono optimistis tata kelola pemerintahan Jakarta akan semakin baik. Ia menegaskan bahwa kualitas ASN adalah fondasi utama keberhasilan transformasi kota.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan menyambut positif paparan yang disampaikan Pramono. Ia menilai tema transformasi SDM unggul sangat relevan dengan agenda pendidikan Lemhannas.

“Jakarta memiliki indeks pembangunan manusia tertinggi di Indonesia. Pengalaman dari Jakarta ini akan menjadi inspirasi berharga bagi peserta Lemhannas, terutama dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Kunjungan peserta Lemhannas ke Balai Kota Jakarta dinilai menjadi ajang penting pertukaran pengetahuan. Jakarta dipandang mampu memberikan contoh nyata bagi daerah lain dalam membangun SDM unggul berbasis transformasi sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Dengan strategi tersebut, Jakarta tidak hanya menargetkan pembangunan kota, tetapi juga memperkuat posisi sebagai kota global. Visi ini sejalan dengan cita-cita Indonesia untuk mencetak generasi emas pada 2045 mendatang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.