LAN Susun Model Percontohan Kopdes Merah Putih Berkelanjutan dengan Ditopang PEN 2025
Selasa, 23 Sep 2025, 13:10 WIBJAKARTA - Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyusun model percontohan (pilot) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berkelanjutan dengan ditopang oleh kolaborasi lintas sektoral lewat forum Program Eksekutif Nasional (PEN) 2025.
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq seusai pembukaan PEN 2025 di Jakarta, Selasa (23/9), menjelaskan program tersebut diharapkan dapat menghasilkan model percontohan yang akan diterapkan di daerah hingga gambaran digitalisasi koperasi.
âHasil dari kegiatan ini disamping nanti ada sebuah cara-cara baru yang bisa diimplementasikan, juga ada sebuah model piloting dari Koperasi Merah Putih yang nanti akan diterapkan di daerah ⦠dan di samping itu, kita juga membangun sebuah dasbor untuk memantau bagaimana cara kerja kolaboratif,â katanya.
Menurut Taufiq, model percontohan yang disusun akan berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Hal ini mempertimbangkan potensi yang ada di daerah tersebut, mengingat Koperasi Merah Putih bertujuan menggerakkan perekonomian lokal.
âTentunya nanti dari satu daerah ke daerah yang lain akan berbeda sehingga nanti kita akan lakukan secara simultan, secara terus menerus, dengan konteks yang berbeda untuk kategori-kategori daerah,â ucap dia.
Dia pun menyebut model percontohan itu akan dirampungkan segera. âKita rencanakan tahun ini, kurang lebih bulan depan kita sudah bisa mulai, hasil pertemuan ini kita akan bawa di lapangan,â ujarnya.
LAN meyakini bahwa kolaborasi menjadi kunci dari terciptanya koperasi yang berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan pula dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Maka dari itu, dalam PEN 2025 yang bertema "Penguatan Koperasi Merah Putih dalam Rangka Pemerataan Ekonomi Nasional menuju Indonesia Emas 2045", LAN menggandeng perwakilan dari 16 kementerian/lembaga yang tergabung pada Satuan Tugas Koperasi Merah Putih.
âIni kata kunci penting bahwa cara kerja yang sifatnya kolaboratif, bukan orientasi sektor karena dengan Inpres 9/2025, dengan melibatkan banyak instansi ini [tercipta] sebuah tim yang kuat: kementerian/lembaga dan juga dengan stakeholder (pemangku kepentingan) non-pemerintah yang ada di setiap daerah,â kata Taufiq.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi Destry Anna Sari mengapresiasi upaya yang dilakukan LAN. Ia mengamini bahwa kolaborasi merupakan kunci dari koperasi yang berkelanjutan.
Menurut Destry, Presiden Prabowo Subianto dalam instruksinya menginginkan Koperasi Desa/Merah Putih dikerjakan secara bersama-sama, mulai dari kementerian/lembaga hingga kepala daerah.
âJadi tidak saja sekarang indikator kinerja masing-masing. Indikator kinerja masing-masing tercapai, iya; tetapi tadi, impact-nya (dampak) itu akan lebih besar, pemerataan ekonomi itu lebih cepat untuk tercapai kalau kementerian/lembaga ini bekerjanya simultan,â tuturnya.
- kopdes merah putih
- LAN
- Model Percontohan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Polisi Sebut 32 Korban Ledakan di SMAN 72 Masih Jalani Perawatan
-
Gubernur Pramono Anung Berencana Hadir di Acara Reuni 212.
-
Pemerintah Kawal Penanganan Bencana Longsor Cisarua
-
Sebulan Terakhir, Jembatan Mahakam Ulu Kaltim Ditabrak Tongkang Batubara 2 Kali
-
Wamendagri Bima Arya Tinjau Lokasi Pembangunan Kopdeskel Merah Putih di Sumedang, Siap Dorong Ekonomi Desa
-
KPK Dalami Peran Kerabat Sugiri Sancoko untuk Terima Uang Suap
-
Raker Menkop dengan Komisi VI DPR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.