Zelenskyy Tolak 'Skenario Korea' untuk Akhiri Perang

Senin, 22 Sep 2025, 02:15 WIB

MOSKWA - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menepis usulan bahwa penyelesaian konflik Ukraina dapat dibuat berdasarkan pakta yang mengakhiri Perang Korea 1950-1953 (membelah Korea menjadi dua bagian).

"Skenario kita sangat berbeda dengan yang terjadi di Semenanjung Korea. Di sana, perang berakhir tanpa perjanjian damai yang final. Bisa jadi kita juga tidak akan memiliki dokumen akhir yang final untuk mengakhiri perang," kata dia.

Ket. Foto: Volodymyr Zelenskyy — Sumber: AFP/Gints Ivuskans

"Itulah sebabnya beberapa orang, seperti Presiden Prancis (Emmanuel) Macron, mengatakan bahwa jaminan keamanan tidak perlu menunggu perang berakhir," kata Presiden Zelenskyy seperti dikutip oleh surat kabar Ukraina, Glavkom, Sabtu (20/9).

Menurut Presiden Zelenskyy, gencatan senjata merupakan langkah yang sudah cukup untuk memberikan jaminan keamanan. Ia lebih lanjut menegaskan bahwa tidak ada yang mempertimbangkan skenario Korea atau Finlandia, atau skenario lainnya.

"Kami akan mendapatkan apa yang akan kami dapatkan," ujar dia.

Seperti diketahui, Korea Utara dan Korea Selatan secara resmi masih berperang, karena Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, alih-alih perjanjian damai. Namun, ada Zona Demiliterisasi membentang di sepanjang garis lintang 38 derajat, membagi Semenanjung Korea menjadi dua bagian yang kurang lebih sama besar.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Russia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa gencatan senjata jangka pendek hanya akan memberi pasukan Ukraina waktu untuk berkumpul kembali dan mempersenjatai diri.

Presiden Putin berpendapat bahwa kesepakatan damai jangka panjang harus didasarkan pada penghormatan terhadap kepentingan sah semua orang dan semua bangsa yang tinggal di kawasan tersebut.

Pertemuan Trilateral

Sebelumnya, Presiden Zelenskyy mengatakan siap bertemu dengan Trump dan Putin dalam format trilateral atau bilateral tanpa prasyarat, tetapi mengesampingkan kemungkinan pertemuan digelar di Moskwa.

"Saya siap bertemu dengan Presiden Trump dan Putin secara trilateral atau bilateral. Saya siap bertemu tanpa syarat apa pun," kata Presiden Zelenskyy dalam sesi wawancara dengan stasiun televisi Inggris Sky News yang disiarkan pada Selasa (16/9).

Namun, Presiden Zelenskyy mengatakan bahwa ia tidak berniat pergi ke Moskwa untuk bernegosiasi, tetapi terbuka untuk mempertimbangkan usulan pertemuan di negara lain mana pun kecuali Russia, seraya mengatakan bahwa masih ada banyak usulan yang tersedia.

Mengenai gencatan senjata, Presiden Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina juga telah siap untuk membahas hal tersebut. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.