Berpotensi Menguat Terbatas, Senin 22 September 2025

Senin, 22 Sep 2025, 08:50 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­potensi melanjutkan tren positif pada awal pekan ini. Senti­men yang mempengaruhi pergerakan IHSG sebagian besar berasal dari mancanegara. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicak­sana melihat pelaku pasar menanti rilis suku bunga acuan bank sentral Tingkok atau People’s Bank of China (PBoC) yang cenderung tetap. Selain itu, pasar juga terus mencermati pergerakan nilai tukar yang masih rawan melemah dan pergerakan harga komoditas emas yang bergerak volatil.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam per­dagangan, Senin (22/9), bergerak menguat terbatas dengan support 8.005 dan resistance 8.036.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/9) sore ditutup menguat 42,69 poin atau 0,53 persen ke posisi 8.051,12 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,69 poin atau 0,09 persen ke posisi 809,99.

“Pelaku pasar terus mencerna prospek bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed setelah menurunkan suku bunganya, serta membuka peluang untuk penurunan lebih lanjut,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas da­lam kajiannya di Jakarta.

Di sisi lain, para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa inflasi yang terus-menerus dapat memperlambat laju penurunan suku bunga di masa mendatang.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengungkapkan res­pons terukur terhadap pasar tenaga kerja yang mendingin dan menekankan bahwa bank sentral tidak bermaksud mempercepat siklus pelonggaran dan akan melanjutkan dengan hati-hati. Pernyataan Powell yang hati-hati men­gaburkan prospek siklus pelonggaran yang lebih panjang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.