Tunggu Rilis Data Penting, Jumat 19 September 2025

Jumat, 19 Sep 2025, 08:40 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­potensi melanjutkan tren negatif pada perdagangan akhir pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sikap pelaku pasar menantikan sejumlah data penting ekonomi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. 

Equity Research Analyst Phintraco Seku­ritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat pasar akan mencermati data inflasi Ing­gris untuk Agustus 2025. Dari dalam ne­geri, lanjutnya, pasar menantikan data data pertumbuhan kredit Agustus 2025.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Alrich memproyeksikan IHSG dalam perda­gangan, Jumat (19/9), bergerak melemah dengan support di 7.850 dan resistance di 8.020.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/9) sore, ditutup melemah 16,75 atau 0,21 persen ke po­sisi 8.008,43 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,92 poin atau 0,73 persen ke posisi 809,30.

“IHSG melemah setelah adanya penyesuaian defisit RAPBN 2026 yang melebar dari 638,8 triliun rupiah (2,48 persen PDB) menjadi 689,1 triliun rupiah (2,68 persen PDB),” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari kawasan Asia, meskipun bank sentral Amerika Seri­kat (AS) The Fed telah memangkas suku bunga, Bank Sen­tral Tiongkok (PBoC) pada hari ini memberikan sinyal tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter, de­ngan mempertahankan suku bunga reverse repo tujuh hari di level 1,4 persen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.