BI Ingatkan Waspada! Marak Penipuan QRIS di Tengah Ledakan Transaksi Digital
Kamis, 18 Sep 2025, 16:00 WIBJAKARTA â Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik penipuan yang semakin marak seiring meningkatnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi ritel di seluruh Indonesia.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyebut QRIS kini telah menjadi pilihan utama dalam pembayaran ritel. Per Agustus 2025, jumlah merchant yang menggunakan QRIS menembus 40 juta, atau 113 persen dari target tahunan, sementara jumlah pengguna mencapai 57,6 juta, setara 85 persen dari target.
Transaksi dengan QRIS juga melonjak pesat, mencapai 8,86 miliar kali dan melampaui target tahunan hingga 136 persen. Hal ini disebabkan karena adanya lintas negara yang dilakukan seperti di Jepang dan Tiongkok.
âQRIS sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, seiring dengan meningkatnya penggunaan, risiko penyalahgunaan juga ikut bertambah,â kata Filianingsih usai Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu.
Salah satu modus penipuan yang sering terjadi adalah pelaku kejahatan menipu merchant dengan bukti pembayaran palsu. Para pelaku biasanya menggunakan struk atau tangkapan layar seolah-olah transaksi QRIS berhasil, padahal dana tidak pernah masuk ke rekening penerima.
âMerchant harus selalu memastikan notifikasi resmi bahwa pembayaran sudah masuk ke akun mereka sebelum menyerahkan barang,â tegasnya. BI meminta kewaspadaan ekstra baik dari pelaku usaha maupun konsumen agar tidak menjadi korban kejahatan digital.
Dari total 40 juta merchant QRIS, sekitar 93 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi ini menunjukkan peran besar QRIS dalam mempercepat digitalisasi sektor usaha akar rumput yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
BI menilai digitalisasi pembayaran melalui QRIS telah membantu memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, perlindungan terhadap konsumen dan pelaku usaha harus terus diperkuat di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital.
Ke depan, BI berkomitmen bekerja sama dengan penyedia jasa pembayaran dan pihak terkait untuk meningkatkan sistem keamanan QRIS. Edukasi publik juga akan diperluas agar masyarakat lebih memahami cara bertransaksi digital yang aman dan terhindar dari praktik curang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
-
Suasana Sembahyang Hari Raya Galungan di Palangka Raya
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
-
Sambut HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari, Ikuti Syarat dan Jadwalnya!
-
Ramadhipa Meraih Kemenangan Pertamanya di Moto3 Junior 2026 Portugal
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
Kartu Kredit Edisi Resmi FIFA World Cup 2026 Hadir untuk Penggemar Sepak Bola Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.