Wali Kota Magelang Ajak Warga Kompak Cegah Stunting
Selasa, 16 Sep 2025, 21:42 WIBMagelang -- Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam upaya mencegah stunting di daerah itu.
âMasalah stunting menjadi tanggung jawab bersama, butuh kepedulian bersama. karena menyangkut masa depan anak-anak kita,â katanya saat menghadiri kegiatan Forum Wali Kota Merangkul di Balai Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan di Magelang, Senin.
Ia mengatakan pencegahan dan penanganan stunting bukan hanya urusan pemerintah, akan tetapi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh warga.
Pemerintah Kota Magelang meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada Agustus lalu. Program ini merupakan inisiatif masyarakat yang peduli terhadap tumbuh kembang anak sekaligus rangkaian upaya menekan angka stunting di Kota Magelang.
Menurut dia, respons masyarakat terhadap Genting positif.
âIni luar biasa, karena lahir dari gerakan mandiri masyarakat. Saya berharap angka stunting di Kota Magelang bisa segera ditekan,â katanya
Saat ini, tercatat sekitar 570 balita stunting di Kota Magelang dengan faktor penyebabnya, antara lain pernikahan dini dan kondisi ibu hamil yang belum memenuhi syarat kesehatan.
Pemkot Magelang terus melakukan intervensi langsung melalui berbagai program, antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) secara intensif selama enam bulan bagi balita dan ibu hamil di posyandu, suplementasi vitamin penambah darah bagi remaja putri, sosialisasi dan edukasi diberikan kader kesehatan kepada masyarakat.
âSelain itu, saya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Pantau tetangga yang sedang hamil, pastikan mendapat layanan kesehatan. Saya juga meminta kader agar terus aktif melakukan sosialisasi,â katanya.
Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan memiliki dampak terhadap pertumbuhan fisik mereka. Sebagian orang, mungkin belum familiar dengan istilah ini, tetapi kasus stunting sering terjadi di Indonesia.
Stunting adalah masalah kesehatan anak akibat gizi buruk, terutama jika berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Faktor penyebabnya dapat berasal dari malnutrisi pada ibu hamil atau selama masa pertumbuhan anak.
Gejala stunting paling umum yang terlihat pada anak adalah tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak sebaya. Meskipun postur tubuh anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, stunting menunjukkan adanya keterlambatan pertumbuhan yang memerlukan perhatian serius.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Wonderful Indonesia Awards 2026: Ajang Penghargaan bagi Pelaku, Pengelola, dan Pemangku Kepentingan Pariwisata
-
FIFA Digugat Soal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Final Tembus Rp2 Miliar
-
Tingkat prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara
-
Lebaran Tanpa Biaya! Bank Mandiri Lepas 215 Bus untuk 10.000 Pemudik Gratis 2026
-
Kemendag: Pemerintah Perkuat Penetrasi Produk Pangan Unggulan di Tiongkok
-
Polres Halmahera Selatan Perkuat Toleransi Beragama dan Antisipasi Hoaks Bentrok Halmahera Tengah
-
Pertamina Patra Niaga Kalimantan Pastikan Distribusi BBM Makin Kondusif
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.