IHSG Ditutup Hijau, Pasar Euforia Rayakan Hubungan Dagang AS-Tiongkok Mesra Kembali
Selasa, 16 Sep 2025, 21:02 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring kemajuan perundingan dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang memicu sentimen positif di pasar global.
Perkembangan ini meredakan kekhawatiran atas ketidakpastian hubungan perdagangan kedua negara, sehingga mendorong masuknya aliran dana asing ke aset berisiko, termasuk saham domestik. Optimisme investor juga tercermin pada sektor-sektor yang sensitif terhadap ekspor, sementara stabilitas rupiah turut memperkuat keyakinan pasar.
Meski demikian, arah IHSG masih rentan terhadap dinamika lanjutan negosiasi, sehingga pelaku pasar perlu mencermati potensi risiko jika kesepakatan final belum tercapai.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/9) sore, ditutup menguat 20,57 atau 0,26 persen ke posisi 7.957,69 seiring kemajuan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,86 poin atau 0,23 persen ke posisi 806,94.
âBursa regional Asia cenderung menguat, yang dipengaruhi dari harapan untuk meredakan ketegangan AS dan Tiongkok, pasca Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan perdagangan AS dan Tiongkok di Spanyol mengalami kemajuan,â sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan para negosiator telah mencapai kerangka kerja selama pembicaraan di Madrid, Spanyol, dan selanjutnya Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan berunding pada Jumat (19/9), untuk menyelesaikan kesepakatan.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan kebijakan bank sentral AS The Fed dalam pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16-17 September 2025, yang mana pasar secara luas memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dari dalam negeri, pelaku pasar merespon kebijakan stimulus ekonomi sebagai upaya untuk mendorong roda perekonomian dalam negeri.
Pemerintah menyalurkan stimulus ekonomi tahun 2025 sebesar Rp16,23 triliun untuk mendukung 8 program akselerasi, 4 program berlanjut ke 2026 dan 5 program untuk menyerap tenaga kerja.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), yang diperkirakan tetap mempertahankan BI-Rate di level 5 persen dalam pengumuman Rabu (17/9).
Pelaku pasar menantikan arah kebijakan moneter BI dalam menjaga kestabilan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang menguat sebesar 1,62 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,35 persen dan 0,88 persen.
Sedangkan tiga sektor melemah, yaitu sektor keuangan paling dalam turun sebesar 0,69 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang turun masing-masing sebesar 0,24 persen dan 0,18 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INDX, SMLE, PICO, DWGL, dan ITIC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SURI, MERI, EMTK, AMMS, dan RELF.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.199.933 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 44,51 miliar lembar saham senilai Rp16,12 triliun. Sebanyak 330 saham naik, 320 saham menurun, dan 152 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 201,50 poin atau 0,83 persen ke 44.910,00, indeks Hang Seng melemah 8,84 poin atau 0,03 persen ke 26.438,26, indeks Shanghai menguat 1,36 poin atau 0,04 persen ke 3.861,12, dan indeks Strait Times melemah 7,58 poin atau 0,16 persen ke 4.331,24.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.