Bertaubat, Mantan Pelaku Illegal Logging Taman Nasional Meru Betiri Banyuwangi Inovasikan Bonggol Jagung untuk Petani Jamur

Selasa, 16 Sep 2025, 15:52 WIB
SURABAYA - Tutupan hutan konservasi, Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) seluas lebih dari 52.626,04 Ha sebagai habitat flora fauna mengalami tekanan dengan laju bukaan lahan (open area) mencapai 0,936 Ha/tahun.  Selain karena faktor alam juga perilaku perambahan dan illegal logging oleh masyarakat sekitar kawasan yang membentang antara Jember dan Banyuwangi ini. 
Untuk illegal logging, Kantor TNMB terus berupaya dengan berbagai pendekatan baik represif, preventif maupun preemtif. Salah satu upaya preemtif yang dilakukan adalah dengan pendekatan kepada para pelaku illegal logging untuk berhenti dan dan beralih profesi.
Anton (55 tahun) adalah salah satu pelaku illegal logging yang telah bertobat dari aktivitas illegalnya. Sejak 2021 Anton menyatakan berhenti yang secara simbolis menyerahkan gergaji mesin milikinya ke Kantor TNMB. “Saya ingin mencari nafkah dengan tenang dan jauh dari was-was” terang Anton terkait alasannya bertobat. 
Bersama kawan-kawannya sewaktu menjadi pelaku illegal, oleh kantor TNMB diwadahi dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pelita Berkarya Mandiri. Pokmas yang berlokasi di Desa Sanenerejo Jember (salah satu desa penyangga TNMB) diarahkan beralih profesi menjadi pembudidaya jamur untuk keberlanjutan nafkahnya. 
Alih profesi sebagai petani jamur ternyata tak mudah. Baglog, sebagai input utama usaha jamur yang umumnya berbahan utama serbuk gergaji kayu nyatanya menelan biaya hingga 5 juta per-siklus produksi (3 bulan). Dengan omset hanya di kisaran 7,6 juta per-siklus produksi tentu menjadikan keuntungannya terpangkas yakni kisaran 2,7 juta atau hanya 900ribu per bulan. Nilai ini tentu jauh dari harapan.
Ihsannudin, peneliti konservasi dari Universitas Jember (Unej) mengungkapkan, mantan pelaku illegal logging akan  memiliki resiliensi secara ekonomi untuk tak kembali melakukan aktivitas illegalnya jika ada perolehan nafkah minimal antara 100ribu-200ribu per hari. “Tuntutan ekonomi, menjadi faktor determinan utama terjadinya illegal logging” terang Ihsannudin yang juga menjadi Badan Pengawas Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I Jatim).
Merespon kondisi ini sekelompok dosen Unej berinisiatif memanfaatkan limbah bonggol jagung sebagai inovasi pengganti media baglog jamur. Lenny Luthfiyah selaku penggagas menjelaskan jika Sanenrejo menghasilkan jagung 566,4 ton/tahun yang artinya ada 3,7 juta  limbah bonggol jagung. "Dengan sentuhan inovasi teknologi limbah bonggol jagung dapat diperoleh secara gratis untuk dijadikan baglog jamur pengganti serbuk kayu ” terang Luthfiyah yang juga pakar penyuluhan pertanian dari Unej.
Secara scientific telah teruji, dengan perlakuan dan teknologi yang tepat, bonggol jagung 100 persen mampu memicu pertumbuhan miselium jamur tiram paling banyak dan paling cepat. Anton mengakui, penggunaan bonggol jagung telah mampu menumbuhkan jamur seperti penggunaan serbuk gergaji sebagaimana sebelumnya. “Enak kalau gini, lebih irit untuk biaya baglog” ujarnya.
Terpisah RM. Wiewid Widodo, Kepala Balai TNMB menyambut baik inovasi ini. Penggunaan bonggol jagung memberikan efisiensi biaya budidaya jamur yang berujung pada peningkatan pendapatan untuk mendukung upaya alih profesi para pelaku illegal logging. “Upaya ini tentu akan mengurangi penggunaan kayu, yang relatif berpotensi mengakibatkan tekanan terhadap kawasan hutan TNMB” imbuhnya. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.