Korsel Kian Khawatir Akan Rendahnya Angka Kelahiran

Rabu, 24 Sep 2025, 21:03 WIB

SEOUL - Angka kelahiran di Korea Selatan (Korsel) meningkat selama 13 bulan berturut-turut di tengah peningkatan angka pernikahan, seperti ditunjukkan data dari kantor statistik negara tersebut pada Rabu (24/9).

Jumlah bayi baru lahir naik 5,9 persen dari tahun sebelumnya menjadi 21.803 pada Juli, terus meningkat sejak Juli tahun lalu, menurut Statistics Korea.

Tingkat kesuburan total, atau jumlah anak yang diperkirakan akan dilahirkan seorang perempuan selama masa hidupnya, naik 0,04 menjadi 0,80 pada bulan tersebut, tetapi angka itu masih jauh di bawah tingkat penggantian populasi di angka 2,1 kelahiran per perempuan demi menjaga populasi tetap stabil.

Angka pernikahan naik 8,4 persen menjadi 20.394 pada Juli secara tahunan, tetapi jumlah perceraian turun 1,4 persen menjadi 7.826.

Kekhawatiran tetap ada terkait generasi muda yang menunda melahirkan atau bahkan memutuskan untuk tidak memiliki anak karena kesulitan ekonomi seperti harga rumah yang tinggi dan masalah pengangguran yang sulit diatasi.

Angka kelahiran yang masih rendah memicu kekhawatiran akan jurang demografi, yang merujuk pada penurunan tajam jumlah kepala rumah tangga yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyusutan konsumsi.

Angka kematian turun 0,7 persen menjadi 27.979 pada Juli dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Dipengaruhi oleh angka kematian yang masih tinggi dan angka kelahiran yang relatif rendah, penurunan populasi alami mencapai 6.175 pada bulan tersebut. Ant

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

  • korean won

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.