Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

6 Nuri Kepala Hitam Diselamatkan BKSDA Maluku dari Perdagangan Ilegal Satwa

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
6 Nuri Kepala Hitam Diselamatkan BKSDA Maluku dari Perdagangan Ilegal Satwa Doc: Antara Foto
Ket. Dua di antara enam ekor satwa burung nuri kepala hitam yang ditemukan BKSDA Maluku di kapal menuju Jakarta.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak enam burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) di KM Dobonsolo yang akan berlayar dengan rute Pelabuhan Jayapura, Serui, Biak, Manokwari, Sorong, Ambon, Baubau, Makassar, Surabaya, hingga Jakarta.

“Burung yang dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus toples permen yang dimasukkan ke dalam karton air mineral. Satwa itu disembunyikan di bawah tempat tidur penumpang serta di lorong menuju ruang mesin kapal,” kata Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku Arga Christyan di Ambon, Selasa.

Meski demikian pemilik satwa tidak ditemukan saat pemeriksaan berlangsung. Petugas kemudian memberikan penyuluhan singkat kepada penumpang mengenai aturan peredaran tumbuhan dan satwa liar.

“Perdagangan satwa liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian alam kita,” ujarnya.

Saat ini enam Burung Nuri Kepala Hitam tersebut telah dibawa ke Pusat Konservasi Satwa Kepulauan Maluku (PKS-KM) untuk diamankan dan dirawat lebih lanjut sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya.

BKSDA Maluku mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kelestarian satwa liar demi menjaga keseimbangan ekosistem di masa depan. Langkah kecil ini dinilai sangat berarti dalam menjaga kelestarian fauna langka dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa liar.

Selain melakukan patroli, BKSDA Maluku juga secara aktif menggelar sosialisasi ke berbagai komunitas lokal untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait peran mereka dalam konservasi satwa. Edukasi ini dinilai efektif dalam mengurangi praktik pemeliharaan satwa dilindungi secara ilegal.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, bahwa "Barangsiapa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta (Pasal 40 ayat (2))".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.