Harga Energi Fosil Disubsidi, PLTS Dipaksa Bersaing Secara Tidak Adil

Jumat, 12 Sep 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Pengembangan energi surya di Indonesia menyimpan potensi besar sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan. Namun, realisasinya masih terhambat oleh sejumlah tantangan struktural.

Kompleksitas kebijakan dan regulasi yang tumpang tindih menciptakan ketidakpastian bagi investor, sementara proses perizinan yang panjang dan rumit menurunkan minat pelaku usaha untuk masuk lebih jauh ke sektor ini. Di sisi lain, keterbatasan akses pendanaan membuat proyek energi surya seringkali terkendala modal, khususnya bagi skala kecil dan menengah.

Ket. Foto: Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa menilai pengembangan energi surya di Indonesia masih dihadapkan pada beberapa tantangan utama seperti kompleksitas kebijakan dan regulasi. — Sumber: istimewa

Dari sisi teknis, kapasitas jaringan listrik nasional masih tradisional dan belum sepenuhnya siap mengakomodasi integrasi energi terbarukan secara optimal. Minimnya tenaga kerja terampil di bidang teknologi surya semakin memperlambat pengembangan infrastruktur serta pemeliharaan sistem.

Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan Indonesia memiliki potensi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) layak ekonomi di atas tanah sebesar 165,9 gigawatt (GW) di 290 lokasi dan PLTS terapung di badan air sebesar 38,13 GW tersebar di 226 lokasi.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa menilai pengembangan energi surya di Indonesia masih dihadapkan pada beberapa tantangan utama seperti kompleksitas kebijakan dan regulasi, rumitnya perizinan, terbatasnya akses pendanaan, tradisionalnya kapasitas jaringan listrik dan minimnya pekerja teknis yang terampil. Dia menambahkan harga batas atas atau ceiling price tak sesuai dengan keekonomian proyek, subsidi energi fosil membuat harga listrik dari pembangkit fosil, seakan-akan murah sehingga menciptakan persaingan tidak sehat untuk PLTS.

“Selain itu, jaringan listrik nasional kita, yang sebagian besar masih terpusat dan beroperasi dengan sistem lama, belum sepenuhnya siap menampung energi surya dalam skala besar yang tersebar di banyak lokasi. Solusinya, kita harus segera melakukan modernisasi jaringan listrik, membangun sistem jaringan cerdas (smart grid), dan mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi,” ujar Fabby saat membuka Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 bertema ‘Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action’ di Jakarta, Kamis (11/9).

Fabby menilai komitmen pemerintah membangun 100 GW PLTS merupakan gagasan revolusioner untuk menghadirkan keadilan energi. Namun, lanjutnya, untuk mewujudkannya maka perlu mengadopsi pendekatan yang berpusat pada komunitas.

Menurutnya, pemerintah perlu membuat perencanaan rinci, termasuk menetapkan standar dan kualitas sistem yang memenuhi syarat pembiayaan (bankable); menciptakan permintaan; dan membangun rantai pasok yang kuat dan menyeluruh.

Pacu Transisi

Data terbaru menunjukkan potensi teknis energi surya nasional mencapai 3.000-20.000 GW peak, namun realisasi kapasitas terpasang PLTS hingga akhir 2024 masih berada di bawah 1 GW.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi menegaskan pemerintah terus mengakselerasi transisi energi dengan menjadikan PLTS sebagai salah satu pilar utama. Eniya mengungkapkan target pengembangan PLTS mencapai 100 GW, dengan 17 GW diantaranya sudah masuk dalam peta jalan pengembangan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia

Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026

Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia lewat GATF 2026, Bidik Transaksi Travel Nasabah

Pemkot Bandung Upayakan Akses Air Bersih bagi Warga Cihanja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.