Pemprov Semarang dan Legislator Senayan Asal Jateng Bentuk Program Prioritas Pembangunan

Kamis, 10 Apr 2025, 13:15 WIB

SEMARANG – Komitmen untuk membangun Jawa Tengah (Jateng) secara kolaboratif mendapatkan angin segar melalui kehadiran Forum Senayan Peduli Jawa Tengah, sebuah inisiatif strategis yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi.

Forum ini menjadi ruang sinergi antara Pemerintah Provinsi dan para legislator Senayan asal Jateng dalam mendorong akselerasi pembangunan daerah melalui dukungan nyata di tingkat pusat.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat acara program Forum Senayan Peduli Jawa Tengah, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/4). — Sumber: koran jakarta/henri pelupessy

Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan seluruh wakil rakyat asal 10 Dapil Jateng untuk menyelaraskan dukungan politik dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui forum tersebut, para legislator sepakat bahwa program besar ini perlu ditindaklanjuti dalam bentuk forum-forum kecil sesuai bidang kerja komisi di DPR RI agar pembahasan program pembangunan bisa lebih fokus dan terarah.

Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul secara terbuka memberikan apresiasi terhadap forum ini. Ia menyebut Forum Senayan sebagai terobosan penting yang layak mendapat “jempol”.

“Dalam forum ini, Pak Gubernur sudah sampaikan dengan sangat jelas visi dan mimpi besar untuk Jawa Tengah. Kami siap mendukung. Ini bukan sekadar wacana, tapi perlu dijalankan bersama,” ujar Bambang usai forum yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/4).

Senada dengan itu, anggota DPR RI Novita Wijayanti menyambut baik forum ini sebagai ide segar dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah.

Ia menekankan pentingnya informasi dari Pemprov Jateng terkait program prioritas yang bisa diperjuangkan legislator dalam rapat bersama kementerian.

“Kalau kami tahu apa yang menjadi prioritas pembangunan di Jateng, tentu lebih mudah untuk mendorong realisasinya lewat komisi masing-masing di DPR,” kata Novita.

Abdul Fikri Faqih, anggota DPR RI lainnya, juga menyebut forum ini sebagai langkah maju, namun ia mengusulkan agar gagasan tersebut diturunkan ke tingkat diskusi yang lebih teknis antar-komisi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh anggota Komisi V DPR RI, Fadholi, yang menyarankan adanya pertemuan per komisi agar program pembangunan dapat diusulkan langsung ke mitra kerja kementerian masing-masing.

“Setiap komisi punya fokus kerja yang berbeda, dan komunikasi langsung dengan kementerian mitra akan mempercepat sinergi antara daerah dan pusat,” ucap Fadholi.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan di provinsinya tak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah.

Keterlibatan pemerintah pusat sangat dibutuhkan melalui dukungan anggaran APBN, terutama dalam mengatasi keterbatasan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Ia juga memaparkan target pembangunan tahun 2025 yang meliputi percepatan infrastruktur jalan, pendidikan, dan ketahanan pangan berbasis infrastruktur.

Ahmad Luthfi berharap forum ini bisa menjadi pintu masuk percepatan pembangunan melalui koneksi langsung dengan kementerian terkait.

“Kita sudah sepakat untuk melanjutkan ini dalam bentuk forum informal per komisi. Harapannya, program-program strategis bisa langsung digandengkan dengan kementerian,” pungkasnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.