Suriname Catat Kemenangan Bersejarah atas El Salvador, Laga Tercoreng Dugaan Rasis

Rabu, 10 Sep 2025, 09:06 WIB

MIAMI, AMERIKA SERIKAT – Timnas Suriname menorehkan kemenangan bersejarah dengan menumbangkan El Salvador 2-1 dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF, Senin (8/9) waktu setempat. Namun, keberhasilan itu dibayangi dugaan sorakan rasis dari sebagian suporter tuan rumah di Stadion Cuscatlán, San Salvador.

Gol penentu Suriname dicetak Dhoraso Klas pada menit ke-81, yang memastikan tim tamu mencatat kemenangan pertama atas El Salvador sejak 1968. Hasil ini juga menggeser El Salvador dari puncak klasemen Grup A dan membuat Suriname kini mengoleksi empat poin dari dua laga.

Ket. Foto: Pemain Suriname melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang El Salvador dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Rabu (9/9) waktu setempat. — Sumber: AFP

Pelatih Suriname, Stanley Menzo, menyampaikan kekecewaannya usai laga. Ia menuding sebagian pendukung tuan rumah melontarkan chant bernada rasis kepada pemainnya saat selebrasi.

"Anda harus bertanya, kenapa fans kalian meneriaki pemain saya dengan kata 'negro'," ucap Menzo dengan nada tegas.

Kapten tim, Shaquille Pinas, juga menambahkan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi dalam laga kualifikasi sebelumnya di San Salvador, namun saat itu tim memilih bungkam. "Kalau kalian bilang 'negro', 'monyet', atau kata-kata seperti itu, jelas itu tidak menyenangkan," kata Pinas.

Jalannya laga berlangsung penuh drama. Suriname unggul lebih dulu lewat sundulan Radinio Balker pada menit ke-12. El Salvador sempat menyamakan skor melalui Brayan Gil, tetapi golnya dianulir VAR. Gol bunuh diri Anfernee Dijksteel akhirnya memberi harapan bagi tuan rumah, sebelum Klas memastikan kemenangan lewat sepakan keras dari sisi kanan.

Bagi Suriname, ini adalah momentum penting. Mereka mengakhiri delapan laga tanpa kemenangan atas El Salvador dan menjaga asa tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Sementara itu, di partai lain Grup A, Panama dan Guatemala bermain imbang 1-1 di Panama City. Gol Oscar Santis pada menit ke-35 sempat membawa Guatemala unggul, namun Carlos Harvey membalas dua menit kemudian. Panama kini memperpanjang rekor tak terkalahkan atas Guatemala menjadi 15 laga sejak 2005.

Format kualifikasi CONCACAF kali ini berbeda. Dengan Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat otomatis lolos sebagai tuan rumah, 12 tim lainnya dibagi ke dalam tiga grup berisi empat tim. Juara grup akan langsung melaju ke Piala Dunia, sedangkan dua peringkat kedua terbaik akan masuk babak playoff antarbenua.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.