Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 1B Dipercepat

Rabu, 10 Sep 2025, 03:09 WIB

JAKARTA - Perusahaan konstruksi dan investasi nasional PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mempercepat progres pembangunan jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 1B Segmen Bandara Sepinggan-Tol Balsam, Kalimantan Timur ­(Kaltim).

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan perusahaan telah mencatat progres signifikan dengan realisasi 16,43 persen atau lebih tinggi dari target 12,10 persen.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

“Pencapaian progres yang melampaui target merupakan hasil kerja keras tim proyek dengan dukungan teknologi dan inovasi konstruksi modern yang kami terapkan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan hasil terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” kata Joko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/9).

Adapun proyek dengan nilai kontrak Rp3,75 triliun ini memiliki masa pelaksanaan selama 510 hari, dimulai sejak 1 November 2024 hingga 25 Maret 2026.

Joko mengatakan kehadiran jalan tol ini akan menjadi jalur penghubung vital antara Bandara Sepinggan, Kota Balikpapan, dan IKN, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Lebih lanjut, Joko mengatakan bahwa dalam pengerjaan proyek ini, PTPP mengimplementasikan sejumlah inovasi teknologi, seperti fotogrametri untuk mapping pekerjaan, guna meningkatkan akurasi pengukuran lapangan.

Selain itu ada juga teknologi hydraulic pile breaker, yang mempercepat proses konstruksi pondasi dengan hasil yang lebih presisi. “Tidak hanya Inovasi, proyek ini juga menghadirkan keunikan berupa jembatan bentang utama box girder beton melengkung dengan sistem balanced cantilever, yang menjadi salah satu ikon rekayasa konstruksi di jalur tol menuju IKN,” ujar Joko.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menekankan pentingnya kualitas dan profesionalisme dalam pembangunan infrastruktur di hadapan para pelaku jasa konstruksi se-Kaltim, guna mendukung konektivitas wilayah dan menyokong pembangunan IKN.

“Pembangunan infrastruktur harus tepat waktu, sesuai anggaran dan tepat sasaran (on time, on budget, on delivery). Ini menjadi perhatian kita bersama agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Rudy Mas’ud.

Gubernur memaparkan tiga fokus utama pembangunan, yakni infrastruktur fisik, digital dan antarkawasan. Pada aspek fisik, pemerintah berkomitmen merampungkan pembangunan jalan dan jembatan sebagai standar pelayanan minimum untuk membuka akses ekonomi serta pariwisata.

Ia mencontohkan sejumlah proyek strategis yang sedang dan akan berjalan, seperti penyelesaian jalan di Mahakam Ulu, pembangunan ruas jalan hauling sepanjang 85 kilometer, serta konektivitas regional dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Tengah yang melintasi Kaltim.  Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.