Timnas Perlu Sekali Lagi Uji Coba. Misalnya Melawan Kumpulan Skuad Asing yang Berlaga di Liga Super

Selasa, 09 Sep 2025, 20:03 WIB

JAKARTA -Sebelum FIFA Matcday habis, alangkah baiknya bila Timnas Indonesia masih bias satu kali lagi melakukan laga uji coba. Misalnya, melawan pemain-pemain asing yang berlaga di Liga Super.

Jika ini terjadi akan sangat bermanfaat bagi Timnas Indonesia dalam memadukan skema yang disusun pelatih. Ini terutama untuk mempertajam pasukan serang yang tak mampu mencetak gol lawan Lebanon mesti menguasai jalannya pertandingan.

Ket. Foto: timnas — Sumber: ant

Laga uji coba FIFA Matchday melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9), menjadi bukti nyata. Meski mendominasi dengan 81 persen penguasaan bola dan sembilan tembakan, Skuad Garuda tak mampu mencetak satu gol pun. Pertandingan pun berakhir tanpa gol, 0-0. Malah Emil Audero nyaris terancam dengan tembakan pemain Lebaon yang begitu keras. Indonesia tidak memiliki tendangan on target, meski mendominasi laga.

Dominasi Indonesia di lapangan sebenarnya tak terbantahkan. Lebanon lebih banyak menunggu dan bertahan rapat di area sendiri. Mereka hanya sesekali melancarkan serangan balik yang tak berbahaya. Alhasil, lini belakang Garuda tidak teruji. Namun, masalah besar muncul di sektor serangan. Ini mirip-mirip tim U-23. Selain lawan Brunei dan Macau, Tim U-23 tak mampu membuat gol. Tim senior hanya mencetak gol lawan tim lemah Taiwan.

Di lini tengah, keputusan Patrick Kluivert menurunkan gelandang bertahan membuat kreativitas tersendat. Minimnya penetrasi dan tendangan jarak jauh semakin mengurangi variasi serangan. “Kalau ada gelandang yang berani menusuk dan melepaskan tembakan, saya yakin hasilnya tak akan kosong,” ujar pengamat sepak bola Akmal Marhali.

Sektor sayap justru jadi titik paling menjanjikan. Duet Yakob Sayuri dengan Miliano Jonathans, serta kombinasi Dean James bersama Stefano Lilipaly, kerap merepotkan pertahanan Lebanon. Meski begitu, kualitas serangan sayap ini masih perlu peningkatan agar lebih efektif di level internasional. Masalah krusial terletak di lini depan. Indonesia tidak memiliki seorang “goal-getter” murni. Striker yang ada belum mampu memanfaatkan dominasi penguasaan bola.

Pelatih Patrick Kluivert mengakui bahwa rapatnya pertahanan Lebanon menjadi kendala utama. “Mereka benar-benar bertahan di area sendiri. Itu membuat peluang mencetak gol lebih sulit. Kami sudah berusaha menyerang, tapi sayangnya tidak ada gol,” ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Melawan kumpulan legion asing bermain di Liga Super sangat bermanfaat. Ini akan makin memperkuat kerja sama dan skema permainan. Sebab timnas perlu lebih banyak bermain bersama. Jika ini dapat terwujud akan sangat membantu pembentukan tim. Kluivert jangan lagi ganti-ganti pemain. Tim yang turun di babak pertama boleh jadi “the dream team” yang tak perlu diubah-ubah. Sayang setelah menit 60 malah seperti latihan pelatih mengganti begitu banyak pemain.

  • hasil timnas indonesia
  • FIFA Match Day

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.