Prabowo: BRICS Jadi Pilar Stabilitas Global, Indonesia Siap Perkuat Kerja Sama

Selasa, 09 Sep 2025, 19:15 WIB

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS, yang dipandang sebagai salah satu pilar stabilitas dan harapan dunia di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Pertemuan Virtual Pemimpin BRICS yang diikuti secara daring dari kediamannya di Jakarta pada Senin malam (8/9/2025).

Presiden Prabowo menilai forum BRICS memiliki peran strategis di tengah pergeseran tatanan dunia yang kini semakin multipolar. Indonesia melihat blok ekonomi ini sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas global sekaligus memperluas peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi lintas negara.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

“Kami yakin inilah saatnya bagi BRICS untuk terus berkembang. Kami sepenuhnya mendukung inisiatif-inisiatif yang diambil,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya yang dipublikasikan oleh Sekretariat Presiden.

Prabowo juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, yang saat ini menjabat sebagai Ketua BRICS.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden Lula, dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama lebih erat dengan seluruh anggota BRICS,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa anggota BRICS memiliki posisi penting dalam ekonomi global. Ia mencatat kelompok ini menyumbang lebih dari 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mewakili sekitar 55 persen populasi global, menjadikannya kekuatan besar dalam perekonomian internasional.

Selain itu, BRICS juga mencakup negara-negara dengan sumber daya alam melimpah dan posisi strategis dalam rantai pasok global. Menurut Presiden Prabowo, blok ini kini mewakili “ekonomi terbesar, negara-negara dengan populasi terbesar, dan pasar terbesar” di dunia.

“BRICS muncul sebagai pilar stabilitas dan kekuatan,” tegas Presiden Prabowo.

Ia menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap keberlangsungan BRICS menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang menekan konsep multilateralisme.

Presiden juga mendorong agar kerja sama antarmitra BRICS semakin ditingkatkan melalui intensitas komunikasi dan koordinasi.

“Kami mendesak mitra-mitra BRICS untuk bekerja sama lebih erat dan saling berkonsultasi lebih intensif,” jelasnya.

Pertemuan virtual BRICS tersebut dihadiri oleh para kepala negara dan pejabat tinggi dari negara anggota. Agenda pertemuan dibuka langsung oleh Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, yang memimpin jalannya diskusi.

Setelah sambutan Lula, giliran Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menyampaikan pandangan mengenai dinamika global, diikuti oleh Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Keduanya menekankan pentingnya sinergi ekonomi dan solidaritas politik di antara negara-negara anggota BRICS.

Presiden Prabowo menjadi pemimpin keempat yang diberikan kesempatan menyampaikan posisi Indonesia dalam forum tersebut. Kehadiran Indonesia, meski bukan anggota resmi, dipandang penting karena menunjukkan keterbukaan BRICS terhadap kolaborasi dengan negara-negara mitra yang memiliki kepentingan strategis.

Pidato Presiden Prabowo menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang semakin aktif dalam kerja sama multilateral. Dengan bergabung dalam diskusi bersama negara-negara BRICS, Indonesia ingin menegaskan perannya sebagai negara strategis di Asia Tenggara yang memiliki pengaruh besar di kawasan.

Selain menyuarakan dukungan terhadap BRICS, Prabowo juga menekankan pentingnya keseimbangan kekuatan global. Menurutnya, kerja sama lintas blok sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketegangan geopolitik yang dapat mengganggu stabilitas dunia.

Dengan potensi ekonomi dan pasar yang besar, BRICS dipandang mampu menjadi alternatif penting di tengah dominasi ekonomi Barat. Indonesia menilai kerja sama dengan blok ini dapat membuka peluang baru dalam perdagangan, energi, investasi, serta pembangunan infrastruktur.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa BRICS semakin diakui sebagai kekuatan global baru. Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperluas jejaring diplomasi internasional di tengah dinamika dunia yang cepat berubah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.