Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menaker: Bidik 1 Juta Lapangan Kerja di Sektor Kehutanan

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 20:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menaker: Bidik 1 Juta Lapangan Kerja di Sektor Kehutanan Doc: Antara
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan keterangan pers di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/9).

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membidik setidaknya 1 juta tenaga kerja dapat terserap di sektor kehutanan, menyusul berkembangnya pekerjaan hijau (green jobs) dan pemanfaatan agroforestri.

“Kita bisa targetkan 1 juta (penyerapan tenaga kerja di sektor kehutanan) dalam rentang 3 atau 4 tahun (ke depan),” kata Menaker Yassierli saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/9).

Agar target itu dapat tercapai dalam tenggat waktu tersebut, Yassierli mengatakan diperlukan adanya upaya kolektif dari para pemangku kepentingan terkait, terutama dalam peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Salah satu langkah yang dilakukan Kemnaker bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) adalah pelatihan SDM sektor pekerjaan hijau, yang meliputi agroforestri, pemanfaatan hutan sosial, serta penggunaan teknologi perhutanan dan/atau pertanian modern.

Ia menilai agroforestri memiliki potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja, sekaligus memanfaatkan hutan sebagai cadangan pangan, energi, dan air untuk kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Selanjutnya, Yassierli yang juga Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan pelatihan Kemnaker-Kemenhut di sektor agroforestri sendiri telah memasuki gelombang ketiga.

Jumlah peserta yang mengikuti program ini adalah sebanyak 388 orang yang terdiri dari lulusan SMK Kehutanan Negeri (SMKKN), pemuda desa dan warga desa yang berasal dari Serang, Medan, Padang, Mejalengka dan Kabupaten Bandung Barat.

“Program ini akan kita perkuat, kita kembangkan ekosistem dan bisnisnya. Apalagi nanti ada pengolahan dan hilirisasi, yang pastinya dampaknya dahsyat. Sekarang, tinggal etos kerja dan kita lebih produktif lagi jika bisa mengelola (agroforestri dan hutan sosial) dengan baik dan efisien,” ujar Yassierli.

Bagi para peserta pelatihan, ia berpesan untuk memanfaatkan peluang ini dengan baik sebagai wadah memperluas jejaring dan meningkatkan kemampuan agar terus relevan dengan kebutuhan di masa depan.

“Sementara, kita akan terus kembangkan ekosistem, yang nantinya ada offtaker yang akan menerima dan membeli hasil tani (dari agroforestri dan hutan sosial) untuk diolah lagi,” kata Menaker Yassierli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II Tiba di Surabaya

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

33 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

48 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...
Luar Negeri
Ceuta Spanyol Hadapi Gelomb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.