Dukung Ketahanan Pangan, Sleman Tanam Kelapa dan Tebar Benih Ikan
Selasa, 09 Sep 2025, 14:55 WIBSLEMAN â Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sleman melakukan penanaman bibit kelapa di kawasan Hargobinangun Agro Park, Pakem, Selasa (9/9).
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Cahyo Dewanto, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman **360.000 bibit pohon kelapa** secara serentak di seluruh Indonesia oleh jajaran Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
âGerakan ini bukan hanya simbolis, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap program *Asta Cita* Presiden Prabowo, terutama dalam aspek ketahanan pangan dan penguatan sumber daya melalui pemberdayaan lingkungan,â ujarnya.
Cahyo menambahkan, kelapa memiliki makna strategis karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. âMenanam kelapa sama dengan menanam harapan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus melestarikan lingkungan,â katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, penanaman kelapa tidak hanya bernilai ekologis dan ekonomis, tetapi juga mengandung nilai sosial dan edukatif.
âKegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan nyata yang sarat makna. Penanaman pohon kelapa adalah investasi jangka panjang bagi masa depan,â ujar Danang.
Ia menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kehidupan bangsa. âMasalah pangan tidak pernah ada habisnya. Bung Karno dulu berpesan, mati hidupnya bangsa ini bergantung pada pangan,â imbuhnya.
Selain penanaman kelapa, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penebaran benih ikan nila di kawasan Hargobinangun Agro Park. Penebaran dilakukan bersama antara Wakil Bupati Sleman, jajaran Forkopimda, dan Bapas Kelas I Yogyakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan berkelanjutan.
- Sleman
- Bibit Pohon Kelapa
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Pendidikan Unggul di Bogor Butuh Sinergi Regulasi, Kata Ketua DPRD
-
Petenis Paraguay Didenda 1 Miliar Rupiah Setelah Singgung Kapasitas Wasit Wanita Prancis Open
-
Fakta di Balik Larangan Impor Unggas RI: Masalah Kualitas, Bukan Halal
-
Indonesia Masuk 10 Negara dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia, Ciputat hingga Sleman Jadi Kota Paling Tercemar
-
Atap SD Negeri di Karawang Ambruk, 132 Siswa Terdampak
-
Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
-
Isu Energi Global Memanas, DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.