Pakar: Pentingnya Literasi Keuangan untuk Hindari Jeratan Pinjol Ilegal!

Minggu, 07 Sep 2025, 22:28 WIB

JAKARTA Pakar Konsultan Keuangan, Reni K. Ashuri mengingatkan penting penguasaan literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap penawaran digital yang tampak mudah namun berisiko tinggi.

Hal itu dikatakan Reni agar masyarakat bisa menghindari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal, disampaikan pada acara Penguatan Kompetensi Pelaksana (Konselor) Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyagatra) Series 3 dengan tema “Paylater, Pinjol: Solusi atau Ancaman Finansial?”, Kamis (4/9), melalui daring. 

Ket. Foto: Suasana penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Cengkareng, Jakarta Barat, 13 Oktober 2021 — Sumber: istimewa

“Hati-hati teman-teman, saat ini sudah ada yang namanya SLIK, Sistem Layanan Informasi Keuangan. Perlu melakukan perencanaan keuangan dan dipertimbangkan dengan baik apabila ingin mengambil pinjaman," ujarnya.

Kenapa? Ia menandaskan, "Jika telat bayar satu hari saja sudah “lampu kuning”. Jadi sewaktu-waktu kita butuh, misalnya untuk usaha atau kebutuhan lain, informasi tersebut akan keluar,” pesannya dalam acara yang dimoderatori Dr. Adjat Wiratma dari BE Radio. 

Sementara Psikolog Klinis PPKS Satyagatra Universitas YARSI, Dilfa Juniar, menambahkan perspektif psikologis. Menurutnya, konselor perlu memahami kondisi klien yang rentan terjebak karena impulsivitas dan tekanan sosial. 

Ia mendorong pendekatan empatik, edukatif, serta teknik sederhana seperti Psychological First Aid (PFA) dalam membantu masyarakat mengelola masalah keuangan dan emosinya.

Melalui kedua pakar tersebut, kegiatan ini diarahkan mampu membedah fenomena pinjaman online yang kian populer di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Sekaligus memberi edukasi tentang risiko bunga tinggi, jebakan konsumtif, hingga ancaman psikologis akibat tekanan utang.

Mudah Diakses

Diselenggarakan Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan (Dithanlan), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, acara ini diisi dengan keynote speech Hartatik Sulistyoningsih, mewakili Dirhanlan Puji Prihatingsih,

Dalam sambutannya, Hartatik menekankan pentingnya peningkatan kapasitas konselor Satyagatra dalam memberikan konsultasi terkait fenomena ekonomi digital. Mengingat salah satu pelayanan yang disediakan oleh Satyagatra adalah pelayanan terkait pemberdayaan ekonomi keluarga bagi masyarakat.

“Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera merupakan wadah terpadu yang mudah diakses masyarakat. Konselor perlu dibekali pengetahuan terkini agar mampu membantu keluarga mengelola tantangan. Termasuk masalah keuangan akibat maraknya layanan digital seperti e-wallet, bank digital, paylater, hingga pinjol,” ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.