Pakar: Pentingnya Literasi Keuangan untuk Hindari Jeratan Pinjol Ilegal!
Minggu, 07 Sep 2025, 22:28 WIBJAKARTA Pakar Konsultan Keuangan, Reni K. Ashuri mengingatkan penting penguasaan literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap penawaran digital yang tampak mudah namun berisiko tinggi.
Hal itu dikatakan Reni agar masyarakat bisa menghindari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal, disampaikan pada acara Penguatan Kompetensi Pelaksana (Konselor) Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyagatra) Series 3 dengan tema âPaylater, Pinjol: Solusi atau Ancaman Finansial?â, Kamis (4/9), melalui daring.Â
âHati-hati teman-teman, saat ini sudah ada yang namanya SLIK, Sistem Layanan Informasi Keuangan. Perlu melakukan perencanaan keuangan dan dipertimbangkan dengan baik apabila ingin mengambil pinjaman," ujarnya.
Kenapa? Ia menandaskan, "Jika telat bayar satu hari saja sudah âlampu kuningâ. Jadi sewaktu-waktu kita butuh, misalnya untuk usaha atau kebutuhan lain, informasi tersebut akan keluar,â pesannya dalam acara yang dimoderatori Dr. Adjat Wiratma dari BE Radio.Â
Sementara Psikolog Klinis PPKS Satyagatra Universitas YARSI, Dilfa Juniar, menambahkan perspektif psikologis. Menurutnya, konselor perlu memahami kondisi klien yang rentan terjebak karena impulsivitas dan tekanan sosial.Â
Ia mendorong pendekatan empatik, edukatif, serta teknik sederhana seperti Psychological First Aid (PFA) dalam membantu masyarakat mengelola masalah keuangan dan emosinya.
Melalui kedua pakar tersebut, kegiatan ini diarahkan mampu membedah fenomena pinjaman online yang kian populer di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Sekaligus memberi edukasi tentang risiko bunga tinggi, jebakan konsumtif, hingga ancaman psikologis akibat tekanan utang.
Mudah Diakses
Diselenggarakan Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan (Dithanlan), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, acara ini diisi dengan keynote speech Hartatik Sulistyoningsih, mewakili Dirhanlan Puji Prihatingsih,
Dalam sambutannya, Hartatik menekankan pentingnya peningkatan kapasitas konselor Satyagatra dalam memberikan konsultasi terkait fenomena ekonomi digital. Mengingat salah satu pelayanan yang disediakan oleh Satyagatra adalah pelayanan terkait pemberdayaan ekonomi keluarga bagi masyarakat.
âPusat Pelayanan Keluarga Sejahtera merupakan wadah terpadu yang mudah diakses masyarakat. Konselor perlu dibekali pengetahuan terkini agar mampu membantu keluarga mengelola tantangan. Termasuk masalah keuangan akibat maraknya layanan digital seperti e-wallet, bank digital, paylater, hingga pinjol,â ujarnya.
- Literasi Keuangan
- Pinjaman Online Ilegal
- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Lestari Moerdijat: Perlu Langkah Nyata dan Kolaboratif untuk Partisipasi Kerja Penyandang Disabilitas
-
Diserbu Pelajar Masuk Kuliah, Disdukcapil Rejang Lebong Akhirnya Dapat Amunisi Ribuan KTP-el
-
Kementan Percayakan Unhas Produksi Drone Pertanian Rp11 Miliar, Perkuat Swasembada Pangan.
-
Persija Tahan Imbang Port FC 2-2, Shin Tae-yong Bongkar Rahasianya!
-
40 Penyandang Tunanetra Berlomba di MTQ Nasional
-
Status Siaga Masih Berlaku, Kemenhub Minta Seluruh Kapal Jaga Jarak Radius 3 Km dari Gunung Anak Krakatau
-
Gerindra Tegaskan Prabowo-Gibran Tetap Kompak, Isu Posisi Duduk di Sidang Kabinet Diminta Tak Dibesar-besarkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.