- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korsel Pastikan Pembebasan...
Korsel Pastikan Pembebasan Ratusan Pekerja di AS, Insiden Hyundai Georgia Jadi Sorotan
Minggu, 07 Sep 2025, 18:00 WIBJAKARTA â Pemerintah Korea Selatan mengonfirmasi telah menyelesaikan perundingan dengan Amerika Serikat terkait pembebasan ratusan pekerja Korea yang ditahan di negara bagian Georgia, AS. Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan, Kang Hun-sik, mengatakan sebuah pesawat akan segera diberangkatkan untuk menjemput warga Korea setelah seluruh prosedur administratif diselesaikan.
Pengumuman ini disampaikan secara resmi melalui siaran televisi pada Minggu (7/9). Kang menegaskan bahwa langkah cepat ini dilakukan agar para pekerja dapat segera kembali ke tanah air dengan aman.
Penahanan pekerja Korea terjadi setelah agen federal Amerika Serikat melakukan penggerebekan besar-besaran di fasilitas manufaktur milik Hyundai Motor yang berlokasi di Georgia. Operasi tersebut disebut sebagai salah satu tindakan penegakan hukum terbesar dalam sejarah investigasi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).
Ratusan pekerja yang ditahan dalam operasi itu mayoritas merupakan warga negara Korea Selatan. Insiden ini sontak menimbulkan perhatian publik di Korea Selatan, terutama karena melibatkan perusahaan besar yang memiliki peran strategis dalam hubungan ekonomi bilateral.
Kang Hun-sik menegaskan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak AS untuk memastikan perlindungan hukum bagi warga negaranya. âPemerintah Korea Selatan akan mengupayakan langkah diplomasi dan administrasi agar warga Korea yang ditahan dapat segera dipulangkan,â ujarnya.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan dagang bernilai besar. Kesepakatan tersebut mencakup dana investasi sebesar 350 miliar dolar AS untuk mendukung perusahaan Korea masuk ke pasar Amerika, termasuk sektor otomotif, energi, dan teknologi.
Kesepakatan dagang tersebut sebelumnya dipandang sebagai tonggak baru dalam mempererat hubungan ekonomi antara Seoul dan Washington. Namun, insiden penahanan pekerja Korea di Georgia memunculkan dinamika baru dalam hubungan kedua negara yang harus segera diatasi melalui diplomasi tingkat tinggi.
Sementara itu, pejabat pemerintahan Korea Selatan menyatakan akan meninjau ulang kebijakan visa bagi pekerja yang dikirim ke Amerika Serikat. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. âPemerintah akan mencari cara memperbaiki sistem visa agar perlindungan bagi pekerja lebih kuat,â kata Kang.
Rencana pembenahan sistem visa ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah Korea Selatan dalam mendukung mobilitas tenaga kerja terampil. Hal itu sejalan dengan meningkatnya permintaan pekerja Korea di sektor manufaktur dan teknologi di AS.
Di sisi lain, isu ini muncul bersamaan dengan kabar rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Korea Selatan pada Oktober mendatang. Trump dijadwalkan menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Gyeongju, Korea Selatan, menurut laporan CNN yang mengutip tiga pejabat pemerintahan AS.
Kunjungan tersebut diperkirakan akan membahas berbagai isu penting, termasuk kerja sama ekonomi, perdagangan, hingga isu ketenagakerjaan yang kini menjadi sorotan. Pertemuan itu juga akan menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk menegaskan kembali komitmen dalam menjaga stabilitas hubungan bilateral.
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat selama ini dikenal sangat erat, baik dalam bidang ekonomi maupun keamanan. Namun, penahanan pekerja Korea di Georgia menjadi ujian baru yang perlu ditangani dengan bijaksana agar tidak menimbulkan ketegangan diplomatik.
Pengamat menilai, insiden ini bisa menjadi titik balik untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Korea di luar negeri. Dengan meningkatnya kerja sama perdagangan, jumlah pekerja Korea yang berangkat ke AS juga semakin banyak, sehingga regulasi dan perlindungan perlu ditingkatkan.
Korea Selatan berkomitmen memastikan warganya yang bekerja di luar negeri tetap mendapatkan hak hukum dan perlindungan yang setara. Dengan langkah cepat yang dilakukan pemerintah, diharapkan seluruh pekerja yang ditahan dapat segera kembali ke tanah air.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Bantuan Pangan Turun ke Kupang! 6.000 Keluarga Rawan Pangan Kebagian
-
Pep Guardiola Tolak Timnas Italia, FIGC Langsung Incar Andrea Pirlo
-
Pelaku UMKM yang Akan Mengekspor Produk Tetap harus Memiliki HAKI
-
Jaringan Kedai Kopi asal Korsel, Angel-in-us, Siap Beroperasi di Indonesia
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
IHSG Hari Ini Menguat Seiring Momentum Musim Laporan Keuangan Semester I
-
Korban Tewas Krisis Imigran Ceuta Tembus 67 Orang, Spanyol Kritik Solidaritas Uni Eropa dan Bangun Penghalang di Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.