Drama di Catalunya: Marc Marquez Juara Sprint, Alex Marquez Terjungkal Saat Memimpin

Minggu, 07 Sep 2025, 06:10 WIB

MONTMELÓ, SPANYOL - Balapan sprint MotoGP Catalunya, Sabtu (6/9), menghadirkan drama besar. Alex Marquez yang memimpin sejak start harus terjatuh empat lap jelang finis, membuka jalan bagi sang kakak, Marc Marquez, untuk meraih kemenangan.

Alex yang start dari pole position bersama Gresini Ducati tampil dominan. Ia terlihat tak tersentuh hingga lap kesembilan sebelum kehilangan kendali di tikungan 10. Sang adik yang berpotensi meraih kemenangan di depan publik sendiri justru harus menelan kekecewaan, sementara Marc melesat menuju kemenangan ke-14 dari 15 sprint musim ini. Satu-satunya sprint yang lepas dari tangan Marc justru dimenangkan Alex di Silverstone.

Ket. Foto: Marc Marquez — Sumber: AFP

Gestur frustrasi Alex tampak jelas di hadapan fans tuan rumah saat ia bangkit dari gravel. Bagi Marc, hasil ini memperlebar jarak klasemen, kini unggul 187 poin dari adiknya yang bertahan di posisi kedua.

Fabio Quartararo finis di urutan kedua bersama Yamaha, terpaut 1,299 detik dari Marc. Fabio Di Giannantonio melengkapi podium di posisi ketiga.

Kemenangan Marc juga membawa Ducati mengunci gelar Juara Dunia Konstruktor 2025. Tiga tim berbeda yang mengandalkan motor pabrikan asal Borgo Panigale itu memberi kontribusi sepanjang musim.

“Saya sangat senang, bukan hanya untuk kemenangan ini, tapi juga untuk Ducati yang berhasil meraih gelar konstruktor,” ucap Marc Marquez usai balapan.

“Ketika Alex terjatuh, saya sebenarnya sudah pasrah karena dia lebih cepat. Mungkin saat itu dia sedikit lengah. Tapi saya rasa, untuk balapan besok, dia tetap favorit karena memiliki pace terbaik.”

Balapan sendiri berlangsung ketat sejak awal. Pedro Acosta sempat merebut posisi kedua dengan KTM pada lap pertama, namun langsung disalip Marc di lap berikutnya. Marc kemudian terus membuntuti Alex hingga momen krusial di lap sembilan.

Quartararo mengakui podium ini sangat penting baginya setelah periode sulit. “Finis kedua sangat berarti, apalagi bisa bersaing dengan kakak-beradik Marquez. Hasil ini membuat saya bahagia setelah dua balapan yang sangat berat,” ujarnya.

Di sisi lain, juara bertahan Jorge Martin masih belum menemukan performa terbaik pasca cedera. Pembalap Pramac Ducati itu terjatuh setelah bersenggolan dengan Franco Morbidelli pada lap ketujuh.

Sementara itu, Francesco Bagnaia mengalami akhir pekan buruk. Start dari posisi ke-21, hasil kualifikasi terburuknya sejak 2022, pembalap tim pabrikan Ducati hanya mampu finis di urutan ke-14.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.