Tiga Jasad WNA Korban Heli Jatuh di Kalsel Bisa Pulang ke Negara Asal
Sabtu, 06 Sep 2025, 22:16 WIBBanjarmasin -- Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) menyatakan tiga jasad warga negara asing (WNA) korban kecelakaan helikopter BK117 D3 yang jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sudah bisa diambil keluarga untuk pulang ke negara asal.
âMulai Minggu (7/9), tiga jasad WNA sudah bisa diambil keluarga masing-masing di RS Bhayangkara Banjarmasin,â kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko dalam konferensi pers Operasi DVI Polri Kecelakaan Helikopter BK117 D3 di RS Bhayangkara Banjarmasin, Sabtu malam.
Ia menjelaskan, proses pengambil jasad WNA itu diserahkan atas kewenangan masing-masing pihak keluarga.
âYang pasti mulai besok pagi sudah bisa diambil ya,â tutur Yandiko.
Dia mengatakan bahwa Tim DVI telah menyelesaikan seluruh proses identifikasi terhadap tiga jasad WNA pada sore hari tadi sekitar pukul 17.00 WITA, sejak jasad diterima pada Jumat (5/9) dini hari. Sementara lima jasad lain yang merupakan WNI hingga malam ini masih proses identifikasi.
Yandiko menjelaskan, alasan mengapa proses identifikasi terhadap WNA terlebih dahulu selesai dibanding jasad WNA. Selain karena kondisi jasad WNI yang cukup parah terbakar, catatan medis jasad WNA lebih lengkap, mulai dari rontgen gigi, dan properti yang mudah dikenali.
Identifikasi, kata dia, melalui properti atau tanda khusus pada badan yang tidak hilang, seperti tato, tindik telinga, bekas operasi, cincin, kalung, dan semua benda yang melekat di tubuh.
âMisal ada jam tangan yang tidak melekat di badan saat kecelakaan, ini bisa petunjuk ditanya ke keluarga. Termasuk dompet, menunjukkan identitas, bisa dibaca dengan mudah,â ungkapnya.
Namun, lanjutnya, beberapa properti cukup sulit dikenali jika kondisi tubuh rusak dalam kondisi membusuk tingkat lanjut pada kulit dan jaringan kulit.
Menurut dia, kondisi itu yang dialami lima jasad WNI sehingga proses identifikasi masih berlanjut hingga saat ini.
âJadi catatan gigi sangat membantu. Kemudian properti juga akan sangat menguatkan karena jasad mudah dikenali dengan keterangan dan pembuktian dari pihak keluarga korban, properti yang melekat di badan dan tidak rusak,â ujarnya.
Diketahui, korban kecelakaan helikopter sebanyak delapan, di antaranya terdiri dari seorang pilot bernama Kapten Haryanto berasal dari Kota Batam, Kepulauan Riau, teknisi bernama Hendra Darmawan (Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan).
Kemudian enam penumpang, yakni Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kabupaten Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekan Baru, Riau), Andys Rissa Pasulu (Kota Balikpapan, Kalimantan Timur).
Tim SAR menemukan bangkai helikopter di titik 03° 5â6â S â 115° 37â39.07â E, kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel, pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA, sejak hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA.
Helikopter tersebut ditemukan pada jarak sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Pejabat On Scene Commander (OSC) mengerahkan seluruh Search and Rescue Unit (SRU) darat menuju lokasi penemuan untuk memperkuat proses evakuasi hingga akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh jasad pada Kamis (4/9) malam sekitar pukul 21.50 WITA.
- helikopter hilang kontak
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
DKI Jakarta Jadi Teladan Nasional, Raih Penghargaan UHC 2026
-
Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Cari Helikopter Milik Estindo Air Hilang Kontak di Tanah Bumbu Kalsel
-
Kendaraan Arus Mudik di Tol Cipali Semakin Padat
-
Basarnas Kerahkan Kekuatan Penuh Cari Heli Jatuh di Hutan kalimantan
-
Bupati Tanah Bumbu Bentuk Satgas Cepat Penyelamatan Penumpang Helikopter
-
Tim SAR: Rimbunnya Hutan Sulitkan Pencarian Helikopter Hilang
-
Polda Kalsel Kerahkan Brimob dan Samapta Cari Helikopter yang Hilang Kontak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.