Polda Kalsel Kerahkan Brimob dan Samapta Cari Helikopter yang Hilang Kontak

Selasa, 02 Sep 2025, 17:02 WIB

Banjarbaru -- Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengerahkan puluhan personel gabungan Brimob dan Samapta untuk membantu pencarian helikopter yang dilaporkan hilang kontak di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

"Personel Brimob dan Samapta bergabung dengan tim SAR darat menyusuri kawasan pegunungan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Selasa.

Ket. Foto: Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan bersama forkopimda ditemui di Mapolda Kalsel di Banjarbaru, Selasa (2/9). — Sumber: ANTARA/Firman

Yudha pun berkomitmen membantu sepenuhnya upaya Kantor SAR Banjarmasin atau Basarnas dalam proses pencarian.

Personel dan peralatan SAR yang dimiliki Polda Kalsel siap dikerahkan semuanya sesuai kebutuhan di lapangan.

"Pergerakan tim di lapangan sesuai komando Basarnas, kami membantu sepenuhnya apa yang menjadi kebutuhan Basarnas," jelas Yudha.

Kapolda bersama unsur forkopimda rencananya berangkat siang ini menggunakan helikopter yang disiagakan di Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Namun dikarenakan cuaca tidak mendukung berdasarkan laporan BMKG maka penerbangan dibatalkan. 

"Di sekitar lokasi pegunungan yang diduga titik jatuhnya helikopter terjadi hujan dan awan tebal maka cuaca seperti ini tidak memungkinkan untuk tim SAR udara berangkat," jelas Yudha.

Diketahui helikopter tipe BK117 D3 milik Estindo Air yang mengangkut delapan penumpang termasuk pilot, mengalami hilang kontak saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu, Provinsi Kalsel pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 Wita.

Helikopter rute penerbangan dari Kotabaru (Kalimantan Selatan) menuju Palangka Raya (Kalimantan Tengah) ini membawa delapan orang terdiri atas seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang, yakni Capt. Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.

Terbang Rendah

Sebelumnya, Tim SAR menyebutkan helikopter tipe BK117 D3 yang hilang kontak di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengeluarkan asap putih dan terbang rendah sebelum jatuh di kawasan pegunungan.

“Hasil pengembangan pencarian, ada guru dan anak-anak sekolah yang melihat langsung helikopter terbang rendah dan mengeluarkan asap. Ini sudah melewati titik pertama saat hilang kontak informasi yang kami dapatkan dari flight radar,” kata Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana di Banjarbaru, Selasa.

Ia menyebut tim SAR gabungan akan mendalami informasi terbaru titik kedua ini melalui kolaborasi SAR udara dan darat, khususnya SAR darat yang saat ini telah berjalan kaki ke arah gunung yang diduga titik terakhir helikopter mengeluarkan asap.

“Tim gabungan akan mengupayakan bisa menembus akses jalan di hutan itu hingga menuju ke balik gunung. Semoga tim bisa menemukan akses jalan, mohon doanya semua supaya helikopter segera ditemukan,” tutur Putu.

Sementara itu Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan rencananya hari ini Forkopimda Kalsel meninjau ke lokasi menggunakan helikopter, namun sementara dibatalkan karena cuaca di kawasan helikopter jatuh saat ini tidak mendukung akibat hujan deras.

Ia menyebut tim SAR gabungan telah beberapa kali melaksanakan operasi sejak kemarin, baik melalui patroli udara maupun menyisir lokasi oleh tim SAR darat dengan berjalan kaki.

Sambil menunggu informasi terbaru dan kondisi cuaca, Gubernur Muhidin mengatakan sementara ini pihaknya memantau situasi dari Banjarbaru.

“Lokasi banyak awan tebal, susah nanti helikopter turun. Apalagi kawasan ini adalah hutan belantara dan luas yang belum terjamah masyarakat setempat, sehingga akses cukup sulit,” ujar Muhidin.

Ia berharap tim SAR darat yang saat ini menyisir gunung dan lembah dapat menemukan tanda-tanda lebih lanjut terkait jatuhnya helikopter itu.

“Tim sudah berjalan kaki naik ke gunung. Sementara hilang kontak karena disana tidak ada jaringan, kita tunggu kabar baiknya,” ungkap Muhidin.

Helikopter Tipe BK117 D3 milik Estindo Air yang mengangkut delapan penumpang termasuk pilot, mengalami hilang kontak saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA.

Helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri atas seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang, terdiri dari Capt. Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.

Helikopter dengan rute penerbangan dari Kotabaru (Kalimantan Selatan) menuju Palangka Raya (Kalimantan Tengah) itu sebelumnya dilaporkan Kantor SAR Banjarmasin diperkirakan jatuh di sekitaran Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Helikopter lepas landas dari Bandara Syamsir Alam, Kabupaten Kotabaru, pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.46 WITA dengan perkiraan tiba di Bandara Palangka Raya pukul 10.15 WITA.

Namun heli tersebut kontak terakhir tercatat pada pukul 08.54 WITA, sebelum pesawat tidak lagi dapat dihubungi AirNav dari Kotabaru, Banjarmasin, Balikpapan, maupun Kota Palangka Raya,  dan kemudian laporan hilang kontak diterima pukul 12.02 WITA.

  • helikopter hilang kontak

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.