Pasar Senen Sudah Aktif Kembali

Kamis, 04 Sep 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Kerusuhan di Kwitang yang memang sangat dekat dengan pusat perbelanjaan daerah Senen, membuat area tersebut mencekam. Para pedagang memilih tidak aktif. Namun, kini seiring meredanya situasi, para pedagang Gedung Pasar Senen Jaya 1 dan 2 kembali berjualan, Rabu (3/9).

Pascakerusuhan yang terjadi di daerah sekitar pusat perbelanjaan tersebut, tepatnya di Senen dan Kwitang, beberapa hari lalu, sejak pukul 09.00 WIB kemarin, para pedagang sudah aktif berjualan dengan membuka took. Namun, secara formal, operasional gedung perbelanjaan itu baru dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Ket. Foto: Sejumlah pengunjung berjalan memasuki Gedung Pasar Senen Jaya 1 dan 2 di Jakarta, Rabu (3/9). Pusat Perbelanjaan itu sempat ditutup karena kericuhan yang terjadi di daerah sekitar beberapa hari lalu. — Sumber: ANTARA/Aria Ananda

Toko kacamata, perlengkapan, pakaian, aksesoris, serta sejumlah gerai makanan dan minuman sudah kembali melayani pengunjung. Sedangkan sebagian toko lainnya masih memilih tutup. Operasional Gedung Pasar Senen Jaya 1 dan 2 telah dibuka kembali sejak Selasa (2/9). Sebelumnya sempat ditutup oleh pengelola karena kerusuhan yang menyebabkan halte bus Transjakarta di dekat pusat perbelanjaan itu terbakar.

Seorang pedagang pakaian, Nia (29), mengaku lega karena dapat kembali berjualan. “Syukurlah, sudah buka kembali, tapi beberapa toko tutup karena masih takut,” kata Nia. Kemudian, Nia menceritakan Sabtu, 30 Agustus, dia dan sebagian pedagang lainnya sempat membawa pulang barang dagangan berharga. Langkah ini untuk mengantisipasi risiko penjarahan, mengingat saat itu kerusuhan semakin memanas.

“Kalau saya, hanya barang dagangan yang mahal saya bawa pulang karena kan enggak sempat juga membawa pulang semuanya,” ujar dia. Sementara itu, Agus (43), pedagang kacamata dan aksesoris, menyebutkan sekitar 60 persen lebih toko sudah buka kembali sejak Selasa (2/9).

Hanya, jumlah pembeli masih jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal pada hari-hari biasanya. “Waktu itu saat aksi massa kita semua sudah tutup, takut rusuh. Takutnya malah dijarah. Untungnya enggak ada yang masuk ke dalam gedung, keamanan terjaga,” tutur Agus. Akibat kerusuhan itu, dia pun mengakui omzet penjualannya saat ini menurun drastis.

Kemarin hanya dapat 100.000-200.000. Padahal, biasanya minimal bisa 600.000 sehari dalam kondisi normal. “Tapi mungkin karena libur juga,” ungkap Agus. Para pedagang pun berharap kondisi di sekitar Pasar Senen Jaya dapat kembali stabil sehingga pembeli juga berdatangan. “Harapannya, ke depan aman-aman saja. Demo boleh, tapi kalau bisa jangan rusuh, apalagi sampai ada penjarahan, karena dampaknya bisa ke mana-mana,” harap Agus.

Selain pedagang, sejumlah pengunjung juga terlihat sudah mulai memasuki masuk gedung perbelanjaan itu pada pukul 09.43 WIB. Pihak keamanan memastikan kondisi pasar yang dulu dikenal dengan nama Vinck Passer itu terkendali. Seorang petugas keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sejak pasar dibuka kembali Selasa (2/9), tidak ada gangguan baik di dalam maupun sekitar kawasan pasar. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.