Rupiah Rawan Melemah, Rabu 3 September
Rabu, 03 Sep 2025, 08:35 WIBJAKARTA â Rupiah diperkirakan rentan terkoreksi teÂngah pekan ini di tengah dinamika sosial politik di dalam negeri. Sentimen yang memperngaruhi pergerakan rupiah bakal didominasi faktor eksternal, terutama perkembangan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).Â
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi melihat pergerakan rupiah maÂsih dipengaruhi sentimen meningkatnya ketidakpastian atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump, setelah pengadilan banding memutuskan pekan lalu tarif tersebut ilegal. Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang anÂtarbank, Rabu (3/9), bergerak fluktuatif namun ditutup meÂlemah di kisaran 16.400-16.450 rupiah per dollar AS.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (2/9) sore, menguat sebesar 5 poin atau 0,03 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.414 rupiah per dollar AS.
Ibrahim menganggap penguatan nilai tukar (kurs) ruÂpiah dipengaruhi ketidakpastian atas tarif perdagangan Trump. âMeningkatnya ketidakpastian atas tarif perdaÂgangan Trump, setelah pengadilan banding memutuskan pekan lalu bahwa tarif tersebut ilegal,â ujarnya dalam keteÂrangan tertulis di Jakarta.
Menurut Ibrahim, kendati pengadilan banding menyaÂtakan tarif Trump dapat tetap berlaku hingga pertengahan Oktober, namun Presiden AS mengkritik keputusan terÂsebut dan mengatakan akan menggugat putusan itu di Mahkamah Agung.
Perkembangan ini dinilai memicu meningkatnya ketiÂdakpastian atas dampak ekonomi dari tarif Trump, yang seÂbagian besar mulai berlaku pada bulan Agustus. âPutusan apapun yang menentang tarif tersebut juga akan memaksa Washington untuk menegosiasikan kesepakatan terbaru dengan mitra dagang utama,â ungkap dia.
Sentimen juga masih dipengaruhi potensi pemotongan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market ComÂmittee bulan ini sebesar 85 persen menurut CME FedÂWatch Tool. âHal ini terjadi ketika data indeks harga PCE untuk Juli menunjukkan inÂflasi tetap stagnan,â ucap Ibrahim.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
PP. PBVSI Targetkan Tim U-18 Indonesia Tembus Babak 4 Besar AVC Boys' Asia U18 Volleyball Championship 2026
-
Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sudah Layak Turun, Bisa Ringankan Beban Kelas Menengah dan Dongkrak Daya Beli
-
Dongkrak Transaksi Aset Kripto di Tengah Demam Bola, Pintu Gelar Kompetisi Trading
-
Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
-
Warga Diteror Ribuan Kutu Beras, Bulog Karawang Tindaklanjuti
-
Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru
-
Tradisi Jamasan Gangsa Wayang Orang Sriwedari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.