Harga Pertamina Dex Series Turun 1 September: Angin Segar atau Sekadar Sesaat?
Minggu, 31 Agu 2025, 23:58 WIBJAKARTA â Penurunan harga Pertamina Dex dan Dexlite mencerminkan respons Pertamina terhadap dinamika pasar minyak global serta tren harga bahan bakar di kawasan.
Fluktuasi harga minyak mentah dunia, ditambah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, menjadi faktor utama yang menekan harga jual BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa mekanisme penyesuaian harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti pola pasar, berbeda dengan BBM bersubsidi yang sangat dipengaruhi pertimbangan fiskal dan stabilitas sosial.
Dari sisi konsumen, penurunan harga ini dapat meringankan beban operasional terutama bagi sektor transportasi dan logistik yang banyak menggunakan solar berkualitas tinggi.
Namun, dampaknya terhadap inflasi relatif terbatas, mengingat porsi penggunaan Dex dan Dexlite lebih dominan pada kendaraan niaga tertentu dibanding BBM jenis subsidi yang menyentuh masyarakat luas.
Bagi Pertamina, kebijakan ini juga dapat menjadi strategi menjaga daya saing di tengah persaingan ketat dengan badan usaha swasta yang turut memasarkan BBM nonsubsidi.
Meski begitu, tantangan ke depan tetap ada: bagaimana menyeimbangkan fleksibilitas harga dengan kebutuhan menjaga margin keuntungan dan kepastian pasokan, khususnya di tengah tren global menuju energi lebih bersih.
Dengan demikian, penurunan harga Dex dan Dexlite bukan sekadar kabar baik bagi konsumen, tetapi juga refleksi dari dinamika geopolitik energi global, kekuatan rupiah, serta arah strategi bisnis Pertamina dalam menjaga posisinya di pasar domestik.
PT Pertamina (Persero) mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 1 September 2025, dengan jenis BBM nonsubsidi Pertamina Dex dan Dexlite mengalami penurunan harga.
Berdasarkan laman resmi Pertamina yang dikutip dari Jakarta, Minggu (31/8), Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum.
Seperti di Jabodetabek, tercatat harga Pertamina Dex Series di wilayah tersebut mengalami perubahan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami penurunan menjadi Rp13.600 per liter dari Rp13.850 per liter.
Pertamina Dex (CN 53) turun menjadi Rp13.850 per liter, dari sebelumnya Rp14.150 per liter.
Sementara itu, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) terpantau stabil di angka Rp12.200 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang stabil di angka Rp13.000 per liter.
Harga Pertamax Turbo (RON 98) turun menjadi Rp13.100 per liter, dari sebelumnya Rp13.200 per liter.
Sedangkan, sejumlah BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Kepmen tersebut mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bintang 'X-Men', Famke Janssen: Marvel Lakukan Kesalahan karena Tidak Memintanya Berperan Kembali sebagai Jean Grey di 'Avengers: Doomsday'
-
Mengapa Planet GJ 504b Berwarna Merah Muda?
-
Promo Jakarta Fair 2026: Daftar Diskon Body Care Terbesar di Hall B dan C JIEXPO
-
Festival Kuliner Malam Glodok Diserbu Warga, UMKM Kebanjiran Pembeli dan Raup Untung
-
PT Pertamina EP Kenalkan Cara Rawat Bumi dan Energi ke Pelajar
-
Seni Budaya Bali Dipentaskan di Meksiko
-
Harga BBM Pertamax Diperkirakan Turun Bulan Juli, Merespons Turunnya Harga Minyak Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.