• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Julia Roberts Debut di Fes...

Julia Roberts Debut di Festival Film Venesia Lewat Drama 'After the Hunt'

Jumat, 29 Agu 2025, 09:07 WIB

VENESIA - Julia Roberts akan berjalan di karpet merah di Festival Film Venesia pada hari Jumat (29/8) untuk pertama kalinya setelah menjalani peran barunya sebagai profesor perguruan tinggi yang bergulat dengan politik kampus AS.

Bintang "Pretty Woman" ini akan menghadiri pemutaran perdana film "After the Hunt", sebuah drama psikologis budaya "cancel" karya sutradara Italia Luca Guadagnino yang diputar di luar kompetisi.

Ket. Foto: Julia Roberts mempersembahkan film terbarunya, 'After the Hunt' yang diproduksi Amazon, di Festival Film Venesia. — Sumber: Times of Malta

Dalam film tersebut, Roberts berperan sebagai seorang profesor di universitas elite Amerika yang dihantui oleh rahasia masa lalunya setelah seorang rekannya dituduh melakukan pelecehan seksual oleh seorang mahasiswa.

Guadagnino -- sutradara "Call Me By Your Name" yang membantu melejitkan Timothee Chalamet menjadi bintang -- berada di kompetisi utama di Venesia tahun lalu dengan film berjudul "Queer", sebuah adaptasi dari novel William Burroughs dengan nama yang sama.

Berkaitan dengan budaya Gen Z dan kesenjangan generasi antara mahasiswa dan profesor, film baru produksi Amazon ini memiliki nuansa drama "Tar" karya Todd Field tahun 2022, yang memberi Cate Blanchett penghargaan aktris terbaik di Venesia. 

"Tidak semua hal seharusnya membuat Anda nyaman," kata karakter Roberts dalam film tersebut kepada seorang siswa. 

Guadagnino mengatakan kepada Vanity Fair minggu ini bahwa ia merasa "jengkel" dengan gagasan penyensoran diri di kampus-kampus universitas. 

"Gagasan bahwa sesuatu tidak dapat dikatakan, suatu gagasan tidak dapat digunakan, suatu referensi tidak dapat diungkapkan karena ada semacam ketidakmungkinan yang tak terucapkan untuk melakukannya dan adanya penyensoran diri -- hal itu sangat meresahkan saya," ujar Guadagnino kepada majalah tersebut. 

Juga pada jadwal hari Jumat, hari ketiga festival, kembalinya sutradara Korea Selatan Park Chan-wook ke Venesia setelah 20 tahun.

Park kembali dengan "No Other Choice", sebuah film thriller tentang seorang pekerja perusahaan kertas yang diberhentikan dan menjadi pembunuh berkapak agar dapat menyingkirkan para pencari kerja lain yang bersaing dengannya. 

Film ini merupakan salah satu dari 21 film yang masuk dalam kompetisi utama untuk penghargaan tertinggi Venesia, yaitu Golden Lion. 

Aktor perfilman kawakan ini memenangkan Grand Prix di Cannes pada tahun 2004 dengan filmnya "Old Boy".

Para Pesaing 

Dua pesaing awal terkuat untuk hadiah utama Golden Lion termasuk film pembuka "La Grazia" oleh Paolo Sorrentino dari Italia tentang seorang presiden Italia yang bergulat dengan keraguan tentang eutanasia.

Pada hari Kamis, pemenang Oscar Emma Stone kembali bersinar dalam produksi satir kelam terbaru karya Yorgos Lanthimos -- "Bugonia" -- tentang dua orang aneh yang terobsesi dengan konspirasi yang menculik seorang CEO perusahaan farmasi. 

Stone dan Lanthimos, yang bekerja sama untuk produksi kelima, berharap dapat mengulangi formula sukses mereka dari tahun 2023 ketika "Poor Things" meraih penghargaan Golden Lion tertinggi di Venesia.

Variety menyebut Bugonia "menarik", mengatakan Lanthimos berada "di puncak permainan nihilistik visionernya", sementara majalah Time mengatakan Stone "tidak mungkin berbuat salah".

Peran George Clooney sebagai bintang Hollywood yang menua dan berjuang dengan pilihan kariernya dalam "Jay Kelly" yang diproduksi Netflix oleh Noah Baumbach mendapat ulasan yang kurang baik.

Film lain yang sangat ditunggu-tunggu, yang akan ditayangkan hari Minggu, adalah "The Wizard of the Kremlin" karya Olivier Assayas, di mana bintang Inggris Jude Law memerankan Presiden Rusia Vladimir Putin selama ia naik ke tampuk kekuasaan.

Sebuah film tentang perang di Gaza, "The Voice of Hind Rajab", oleh sutradara Tunisia Kaouther Ben Hania, telah menarik perhatian besar Hollywood dan akan tayang perdana minggu depan.

Festival ini, yang telah menjadi landasan peluncuran penting bagi produksi internasional besar yang telah meraih kesuksesan besar di Oscar, berlangsung hingga 6 September.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.