Jepang Minta Negara-negara Lain Tak Hadiri Peringatan Perang Dunia II di Tiongkok Bulan Depan

Kamis, 28 Agu 2025, 12:30 WIB

TOKYO - Pemerintah Jepang meminta negara-negara Eropa dan Asia untuk tidak menghadiri parade militer dan acara lainnya yang akan diadakan Tiongkok bulan September untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, kata sumber diplomatik pada Minggu (24/8) lalu.

Mengutip laporan Kyodo, Jepang berupaya mencegah penyebaran interpretasi sejarah Tiongkok, dengan parade militer yang dijadwalkan diadakan di Lapangan Tiananmen Beijing pada 3 September untuk memperingati apa yang disebut Beijing sebagai kemenangannya dalam "Perang Perlawanan terhadap Agresi Jepang" tahun 1937-1945 dan "Perang Anti-Fasis Dunia".

Ket. Foto: Foto arsip - Presiden Tiongkok Xi Jinping (belakang, tengah) menyampaikan pidato di Beijing pada September 2015 dalam upacara peringatan 70 tahun berakhirnya PD II. — Sumber: Kyodo

Menurut sumber tersebut, Jepang menyampaikan kepada negara lain melalui kedutaan besarnya di luar negeri bahwa acara peringatan Tiongkok memiliki nuansa anti-Jepang, dan bahwa partisipasi para pemimpin harus dipertimbangkan secara hati-hati.

Sebelum acara tersebut, Tiongkok berencana menjadi tuan rumah KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) selama dua hari hingga 1 September di Tianjin, dekat Beijing. Presiden Russia Vladimir Putin diperkirakan akan menghadiri pertemuan puncak tersebut dan kemudian acara peringatan perang.

Ketika Tiongkok menggelar parade militer untuk memperingati hari jadinya yang ke-70 pada tahun 2015, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan generasi pascaperang "harus memiliki pandangan sejarah yang benar dan menghayati pelajaran sejarah."

Pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Jepang saat itu Shinzo Abe mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menandai berakhirnya perang bahwa generasi yang lahir setelah konflik tidak boleh "ditakdirkan untuk meminta maaf."

Abe dan para pemimpin dari negara-negara Barat utama tidak hadir dalam parade tahun 2015.

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengatakan November lalu bahwa ia dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sepakat untuk membina hubungan yang "saling menguntungkan" dan "stabil" ketika mereka mengadakan pembicaraan tatap muka pertama di Peru.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.