Rusia Hantam Infrastruktur Energi Ukraina, 100 Ribu Warga Tanpa Listrik

Rabu, 27 Agu 2025, 20:00 WIB

JAKARTA - Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina dengan menggunakan pesawat tak berawak yang menargetkan infrastruktur transportasi energi dan gas di enam wilayah pada Selasa malam waktu setempat. Akibat serangan tersebut, lebih dari 100.000 warga Ukraina mengalami pemadaman listrik, menurut laporan pejabat setempat pada Rabu.

Pasukan Rusia dilaporkan menghantam infrastruktur penting di wilayah Poltava dengan merusak jalur transportasi gas, serta menyerang salah satu gardu induk utama di wilayah Sumy. Kementerian Energi Ukraina melalui aplikasi pesan Telegram menyebut serangan itu memberikan dampak signifikan pada stabilitas pasokan energi.

Ket. Foto: Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi serangan pesawat nirawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Sumy, Ukraina dalam gambar selebaran ini yang dirilis pada 27 Agustus 2025. — Sumber: Reuters

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan bahwa akibat serangan ini, lebih dari 100.000 warga di Poltava, Sumy, dan Chernihiv kehilangan akses listrik. Kondisi ini menambah daftar panjang kerusakan yang dialami Ukraina dalam beberapa pekan terakhir akibat gempuran Rusia.

Selain tiga wilayah tersebut, fasilitas produksi gas utama Ukraina yang berada di Poltava dan Kharkiv juga menjadi target. Wilayah Kharkiv mengalami kerusakan serius, sementara Zaporizhzhia dan Donetsk turut terkena dampak serangan malam itu, sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Energi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia memang meningkatkan intensitas serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas gas Ukraina. Serangan ini terjadi meskipun terdapat upaya diplomasi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berusaha mendorong penghentian perang di Ukraina melalui jalur negosiasi.

"Kami menganggap serangan Rusia sebagai kelanjutan dari kebijakan sengaja Federasi Rusia untuk menghancurkan infrastruktur sipil Ukraina menjelang musim pemanasan," kata Kementerian Energi Ukraina. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Rusia tidak hanya menargetkan kepentingan militer, tetapi juga sektor vital yang menyangkut kehidupan warga sipil.

Situasi energi di Ukraina semakin tertekan sejak awal tahun ketika serangan rudal Rusia menghantam fasilitas produksi hingga menurunkan kapasitas gas sebesar 40 persen. Pemerintah Ukraina kini menghadapi ancaman kekurangan energi serius menjelang musim dingin yang rawan krisis pasokan.

Kementerian Energi Ukraina juga melaporkan pekan lalu bahwa fasilitas energi di negara itu telah menjadi sasaran serangan sebanyak 2.900 kali sejak Maret 2025. Jumlah tersebut menunjukkan strategi intensif Rusia dalam melemahkan sistem energi dan ketahanan ekonomi Ukraina.

Di wilayah Poltava, aliran listrik sempat terputus bagi sebagian besar konsumen. Namun, Gubernur Volodymyr Kohut mengatakan dalam pernyataan di aplikasi Telegram bahwa pasokan listrik telah kembali pulih meski situasi masih rentan serangan lanjutan.

Berbeda dengan Poltava, sebagian besar wilayah utara kota Sumy masih mengalami pemadaman listrik hingga Rabu pagi. Kementerian Energi menyebut kondisi ini mengganggu aktivitas harian masyarakat dan memaksa penyedia layanan utilitas air beroperasi menggunakan cadangan darurat.

Kepala administrasi militer kota Sumy, Serhii Kryvosheienko, mengatakan bahwa semua fasilitas air bergantung pada pasokan energi alternatif untuk menjaga distribusi. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah fasilitas kesehatan terpaksa mengandalkan generator cadangan demi memastikan pelayanan medis tetap berjalan.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menembak jatuh 74 dari 95 pesawat tak berawak yang diluncurkan Rusia pada malam itu. Meski demikian, sebanyak 21 drone berhasil menghantam sembilan lokasi berbeda di Ukraina, menambah kerusakan terhadap infrastruktur strategis.

Rusia membantah telah menargetkan warga sipil sejak awal invasi skala penuh pada Februari 2022. Namun, Moskow menegaskan bahwa sistem energi dan infrastruktur Ukraina adalah target sah karena dianggap mendukung operasi militer Kyiv dalam menghadapi pasukan Rusia.

Serangan terbaru ini menunjukkan bahwa Rusia masih terus mengandalkan strategi serangan udara jarak jauh untuk melemahkan ketahanan energi Ukraina. Sementara itu, Ukraina berusaha menahan dampak dengan meningkatkan pertahanan udara dan mengandalkan dukungan sekutu Barat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.