SAR Gabungan Sisir Pulau Sabalana Cari 16 Korban KM Nurul Salsa
Kamis, 23 Jul 2026, 16:21 WIBMAKASSAR -- Tim SAR gabungan menyisir perairan Pulau Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan untuk lanjutan pencarian hari kedelapan terhadap 16 korban tenggelamnya KM Nurul Salsa.
"Pencarian difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana yang diperkirakan menjadi area pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut dan evaluasi operasi sebelumnya," kata Kepala Seksi dan Operasi Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan melalui keterangan diterima di Makassar, Rabu.
Area operasi SAR dibagi dua sektor. Tim Search and Rescue Unit (SRU) pertama menggunakan KN SAR Pacitan beserta Rigid Inflatable Boat (RIB) menyisir di bagian timur Kepulauan Sabalana, khususnya pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni, sedangkan SRU kedua menggunakan KLM Mattoangin melakukan penyisiran di bagian barat Kepulauan Sabalana.
Berdasarkan data jumlah korban total 78 orang berada di atas kapal. Sebanyak 59 orang dinyatakan selamat dan tiga orang meninggal dunia serta 16 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dari dua jenazah yang ditemukan mengapung kemarin dan telah berada di Rumah Sakit Bayangkara di Ruangan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) satu di antaranya belum terindentifikasi dan satu lainnya diketahui penumpang KM Nurul Salsa.
âSatu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu dari penumpang KM Nurul Salsa, kami masih menunggu info dari tim DVI (Disaster Victim Identification)," katanya.
Sejauh ini, proses pencarian masih terus dijalankan tim SAR gabungan. Namun kendala utamanya dihadapi berupa gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana, menyebabkan pergerakan personel dan alutsista secara hati-hati tanpa mengurangi intensitas pencarian.
"Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi karena keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Tetapi, pencarian tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar tetap efektif dan aman," katanya.
Tim SAR gabungan juga memperluas perhatian ke arah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil analisis pergerakan arus laut yang menunjukkan kecenderungan mengarah ke wilayah tersebut.
"Berdasarkan analisis data arus laut yang kami gunakan sebagai acuan operasi, terdapat potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan NTB. Pencarian terus kami laksanakan dan memantau jalur perairan mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait," katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perairan yang berbatasan dengan NTB, apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa segera dilaporkan ke Posko SAR.
Basarnas Makassar menegaskan seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian selama masa perpanjangan operasi dengan mengerahkan personel, kapal SAR, serta potensi SAR lainnya yang masih berada di lokasi kejadian.
Evaluasi pencarian akan dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan di lapangan, kondisi cuaca, serta analisis arus laut untuk meningkatkan efektivitas operasi.
Kapal Motor Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7), sekitar pukul 05.00 Wita dengan membawa penumpang 78 orang. Kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan di posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar hingga akhirnya tenggelam.
- KM Nurul Salsa
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.