Gunung Sangeang Api di NTB Menyimpan Potensi Tsunami akibat Erupsi Guguran, Bisa Seperti Anak Krakatau 2018 Silam

Rabu, 27 Agu 2025, 16:48 WIB

MATARAM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan setiap gunung api aktif yang berdiri sendiri sebagai sebuah pulau menyimpan potensi tsunami akibat erupsi guguran seperti Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Gunung Sangeang Api termasuk gunung api yang berpotensi tsunami non-tektonik karena berada di pulau kecil dan rentan runtuhan tubuh gunung," kata Kepala PVMBG Hadi Wijaya dalam pernyataan di Mataram, Rabu (27/8).

Ket. Foto: Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima, NTB — Sumber: antara foto

Hadi menuturkan erupsi guguran memicu runtuhan tubuh gunung ke laut, sehingga memicu gelombang tsunami. Kasus erupsi yang menyebabkan tsunami pernah terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Lampung pada 2018 silam.

Kala itu Selat Sunda mengalami tsunami akibat erupsi guguran Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan 426 orang tewas, 7.202 orang terluka dan 23 orang hilang.

"Erupsi guguran dapat memicu gelombang tsunami tanpa didahului gempa besar. Oleh karena itu, sistem pemantauan aktivitas vulkanik harus diperkuat sebagai deteksi dini bagi masyarakat pesisir," kata Hadi.

Gunung Sangeang Api merupakan salah satu dari 127 gunung api aktif di Indonesia. Karakter erupsinya cenderung eksplosif dengan catatan aktivitas berulang, sehingga termasuk dalam kategori gunung api yang dipantau secara intensif.

PVMBG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat karena ancaman tsunami akibat erupsi guguran dapat berdampak pada masyarakat pesisir Bima dan wilayah sekitar, termasuk jalur pelayaran lokal yang padat.

Selain potensi tsunami, gunung api juga mengancam dengan bahaya lain seperti lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lahar. Peta kawasan rawan bencana terus diperbarui sebagai dasar mitigasi.

Secara teknis, PVMBG telah menetapkan radius Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Gunung Sangeang Api. KRB III berada dalam radius 0–3 kilometer dari kawah, berpotensi terdampak lontaran batu pijar dan awan panas.

KRB II mencakup radius 3–5 kilometer dengan risiko aliran lava, hujan abu tebal, serta lahar panas yang dapat mengikuti lembah-lembah di sekitar tubuh gunung.

KRB I meluas hingga 8 kilometer dari kawah. Meski relatif lebih aman, kawasan ini tetap berpotensi terdampak hujan abu, aliran lahar dingin, dan material vulkanik yang terbawa aliran sungai.

Koordinasi lintas instansi antara PVMBG, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah disebut penting untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif sekaligus mengurangi risiko korban jiwa.

Gunung Sangeang Api saat ini berada dalam tingkat aktivitas level I atau normal. Pada 1-31 Juli 2025, PVMBG mencatat ada 3 kali gempa hembusan, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, 1 kali gempa terasa skala III MMI, dan 8 kali gempa tektonik jauh.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.