Dari Angkringan ke Nasional: KB Pria PERKASA Gondomanan Siap Tanding Vasektomi
Rabu, 27 Agu 2025, 17:35 WIBYogyakarta â Kalau biasanya pria kumpul di poskamling atau angkringan bahas bola, motor, atau harga rokok, lain cerita dengan kelompok ini. Namanya cukup garang: Kelompok KB Pria PERKASA dari Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta. Bukan sekadar kuat di otot, mereka tangguh dalam urusan⦠vasektomi.
Resmi berdiri sejak 2010, kelompok ini akhirnya terpilih mewakili DIY dalam Lomba KB Pria 2025 tingkat nasional yang digelar BKKBN. Filosofinya pun meniru tokoh Wrekudara: berani, tanggung jawab, dan tentu saja, tidak gentar âpotong jalur distribusi.â
Yoseph Indra, salah satu motivator yang sudah lebih dulu âpraktikâ MOP (Metode Operasi Pria) sejak 2011, bercerita bahwa pilihannya lahir dari kesepakatan rumah tangga. âSaya dan istri sepakat dua anak cukup. Awalnya coba hormonal, tapi efek samping bikin repot. Akhirnya saya putuskan vasektomi. Komitmen itu bagian dari tanggung jawab saya sebagai suami,â ujarnya dengan enteng.
Tak hanya mengandalkan cerita pribadi, kelompok ini kreatif membuat forum edukasi bernama Bimo Ngopi alias Bincang Motivator Kontrasepsi Pria. Jadi, sambil ngopi di angkringan, obrolannya bukan lagi âMU kapan juaraâ tapi âayo, mas, kapan ikut MOP?â. Bahkan Pasar Beringharjo pun jadi panggung edukasi, lengkap dengan siaran di Radio Pasar.
Yang bikin tambah seru, mereka juga aktif di Instagram dengan akun @kbpria_perkasagm. Jadi kalau ada pria yang masih ragu, tinggal scroll, bukan cari konten gosip, tapi testimoni vasektomi.
Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menegaskan peran pria dalam KB bukan sekadar pelengkap. âPria yang ikut KB adalah pria yang bertanggung jawab. Mereka ikut merencanakan masa depan keluarga, bukan hanya jadi penonton,â katanya.
Kini, PERKASA bukan lagi sekadar nama. Mereka benar-benar perkasa karena berhasil mengubah pola pikir: KB bukan hanya urusan perempuan. Tinggal kita tunggu, apakah di lomba tingkat nasional nanti kelompok Gondomanan ini bisa jadi juara⦠dan membuktikan bahwa kadang, âperkara priaâ justru dimulai dari keputusan paling mantap: vasektomi.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Ini Pikiran Bagaimana Bansos Ditukar “Kebiri”
-
100 Siswa Sekolah Rakyat Pacitan Mulai Menempati Asrama
-
BIBI Gelar Tur Global Pertamanya
-
Dari Surabaya Jatim, Profesor Bagong: Lebih Baik Insentif, Bukan Memaksa (Vasektomi sebagai Syarat Bansos)
-
Soal KB Vasektomi, Mendukbangga Ikuti Saran Ulama
-
Viral Keluarga dengan 11 Anak, Dedi Mulyadi Dorong Vasektomi Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Suami
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.