Alex Palou Dikaitkan dengan Kursi Pembalap Kedua Red Bull untuk F1 2026
Rabu, 27 Agu 2025, 09:04 WIBPARIS- Alex Palou muncul sebagai kandidat kejutan untuk kursi kedua Red Bull di Formula 1 musim 2026, menurut laporan terbaru dari media internasional.
Nathan Brown dari Indy Star menulis bahwa âsumber dengan pengetahuan langsung mengenai pembicaraanâ mengklaim Red Bull tengah mengevaluasi Palou, juara empat kali IndyCar yang saat ini membalap untuk Chip Ganassi Racing di Amerika Serikat.
Palou, 28 tahun, sebelumnya berkali-kali menepis kemungkinan pindah ke F1. Ia menegaskan sudah nyaman di Amerika dan âselesaiâ mengejar karir grand prix. Namun, dengan musim IndyCar 2025 akan segera berakhir, peluang pindah tetap terbuka, tergantung situasi kontraknya.
Manajernya, Roger Yasukawa, mengatakan kepada Marca: âKami belum berbicara dengan siapa pun di Formula 1 tentang Alex,â sambil menegaskan bahwa sang pembalap masih terikat kontrak dengan Ganassi. Meski begitu, spekulasi menyebut adanya klausul keluar jika ada tawaran dari tim F1 papan atas, meski harus ditebus dengan biaya buyout besar.
Bagi Red Bull, rumor ini menyoroti masalah lama. Sejak Daniel Ricciardo hengkang pada akhir 2018, mereka terus berganti pembalap pendamping Max Verstappen, Pierre Gasly, Alex Albon, Sergio Perez, Liam Lawson, hingga Yuki Tsunoda, namun tak ada yang mampu mendekati level Verstappen. Situasi ini kerap menyulitkan dalam perebutan gelar konstruktor.
PengamatF1 asal Rusia, Dmitry Popov, dalam kanal YouTube-nya menyebut rumor ini menarik tapi berisiko. âMusim (IndyCar) mereka segera berakhir, jadi dia akan bebas setelah Zandvoort. Dia juga punya super license, tidak seperti Colton Herta. Tapi tanpa pengalaman, duduk di mobil sulit seperti itu, melawan Max yang sudah jadi juara dunia empat kali, kenapa harus mempertaruhkan reputasi? Jujur, rumor ini terasa aneh, tapi kita lihat saja. Tak ada asap tanpa api. Bisa jadi mereka coba membelinya dari Ganassi tahun depan.â
Sementara itu, mantan pembalap F1, Christian Danner, menilai Red Bull lebih mungkin melirik talenta internal. Kepada media Jerman Ran, ia mengatakan: âAda beberapa nama yang jadi perbincangan, seperti Isack Hadjar yang sedang menanjak pesat. Ada juga Arvid Lindblad di Formula 2, sangat berbakat dan cepat. Yuki Tsunoda pun masih punya peluang, setidaknya secara teori.
Namun masalah utamanya bukan siapa pembalapnya, melainkan mobilnya. Sampai mobilnya bekerja dengan baik, pembalap kedua tak bisa berharap hanya tertinggal dua persepuluh detik dari Verstappen, yang seharusnya jadi standar minimal.â
Berita Terkait:
-
Korsel-Ukraina Bahas Tawanan Perang Korut
-
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
-
Jadi Korporasi Agroindustri Berdaya Saing Global, Berikut Arahan Abdul Rivai Ras Menuju Transformasi PTPN I
-
Komut Pertamina: Inovasi, Profesionalisme, dan Empati Jadi Kunci Pelayanan kepada Masyarakat
-
Bupati Magelang Resmikan Wayang Relief di Borobudur, Inovasi Budaya Angkat Warisan Candi Jadi Karya Modern
-
Alibaba.com Perkuat Ekspor UKM Lewat Agen AI dan Kompetisi Inovasi 2 Miliar Rupiah
-
Presiden Trump Ingin AS Kembali Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.