Lima Santri Meninggal Terseret Arus Sungai di Pidie Aceh
Senin, 25 Agu 2025, 16:20 WIBBanda Aceh -- Sebanyak lima dari enam santri Dayah Nurul Huda, Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai di wilayah Kecamatan Mane dan seorang lagi masih dalam pencarian.
"Lima korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian," kata Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana di Pidie, Senin.
Jaka menyampaikan musibah itu terjadi pada Minggu (24/8) sekitar pukul 14.00 WIB ketika rombongan santri sedang berwisata di sungai yang berdekatan dengan kawasan wisata arung jeram Jambo Adventure.
Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan dari warga Mane dan Tangse, rombongan santri Dayah Nurul Huda datang ke lokasi tersebut sebanyak 11 orang, dengan rincian 9 santri dan 2 orang guru ngaji. Mereka datang ke lokasi tersebut untuk piknik karena hari libur.
Setelah mereka makan siang kesembilan santri dan dua orang guru ngaji mereka melompat ke sungai untuk mandi. Sekira 15 menit berselang waktu, salah satu santri diketahui terseret arus sungai.
Mengetahui rekan mereka hanyut, lima santri lainnya mencoba menolong, namun naas kelima santri tersebut pun ikut terseret arus sungai dan tenggelam. âKelima jasad santri tadi ditemukan warga sekira 1 km dari lokasi mereka mandi,â cerita beberapa warga.
Mereka justru ikut terseret arus hingga terbawa sejauh sekitar 600 meter dari lokasi awal. Pendamping kemudian meminta bantuan masyarakat dan petugas arung jeram di lokasi.
"Dari hasil evakuasi lima korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan satu lagi dalam pencarian tim SAR gabungan Polair Polres dan Polsek Mane," ujarnya.
Berikut lima santri meninggal dunia akibat terseret arus sungai di Mane, Kabupaten Pidie, Meisya binti Dahri, 14, warga Gampong Paya Guci Kec tangse, Zikratun Rahmayani bin Muktar, 15, Gampong Paya Guci. Selanjutnya, Husnul Khatimah binti Adnan, 14 Gampong Paya Guci, Nurfatiha binti Jafar, 14 , Gampong Paya Guci, Makfirah binti Tgk Nadar, 14, Gampong Ulee Gunong, Tangse. Sedangkan satu orang santri yang belum ditemukan, Nurul Izzah bin M.Nasir, 15 Gampong Paya Guci.
Kapolres Pidie menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sungai maupun lokasi wisata alam lainnya, khususnya di aliran sungai dengan arus deras.
"Utamakan keselamatan, jangan abaikan potensi bahaya arus deras, apalagi bagi remaja dan anak-anak yang belum bisa berenang," kata AKBP Jaka Mulyana.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Penutupan sementara destinasi wisata Grojogan Sewu
-
Cetak Satu Gol untuk Kemenangan Newcastle di Final Piala Liga, Dan Burn Merasa "Bak Bermimpi"
-
KPSHK Sebut Perhutanan Sosial Perlu Diposisikan sebagai Restorasi Berkelanjutan untuk Bernilai Ekonomi
-
Sudah Beroperasi, JPO Sarinah Jadi Percontohan Akses Inklusif
-
Berbagai Manfaat Kesehatan Buah Kurma
-
Tim SAR cari seorang anak yang terbawa arus sungai di Tasikmalaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.