Wapres: Lebih Baik Sediakan Ruang Laktasi di Kereta
Minggu, 24 Agu 2025, 18:30 WIBSOLO - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menanggapi usulan anggota DPR, Nasim Khan, tentang gerbong kereta khusus untuk perokok. Menurut dia, dalam merumuskan sebuah kebijakan selalu ada yang disebut sebagai skala prioritas.
Secara pribadi Wapres menginginkan tersedianya gerbong kereta prioritas bagi ibu hamil dan menyusui, balita, lansia, dan difabel. Dia juga berpendapat gerbong kereta api memiliki ruang laktasi hingga toilet bagi penumpang yang dapat diperbesar.
"Ini nanti tergantung dari kekuatan fiskal internal KAI," ujar dia. "Kalaupun ada ruang fiskal, lebih baik diprioritaskan untuk ibu hamil dan menyusui, balita, lansia, serta kaum difabel," imbuh dia.
Wapres menyatakan adanya ruang laktasi serta perluasan fasilitas toilet di kereta api akan jauh lebih bermanfaat.
"Sehingga ibu-ibu bisa mengganti pokok bayi dengan lebih nyaman, saya kira itu lebih prioritas," ujar dia.
Wapres menambahkan sebagai pembantu Presiden dirinya ingin memastikan program-program prioritas dan visi-misi Presiden berjalan dengan baik. Salah satunya di sektor kesehatan melalui seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga pemberantasan stunting.
Karena itu, Wapres memohon maaf kepada anggota DPR yang mengusulkan adanya gerbang khusus perokok itu.
"Masukannya kurang sinkron dengan program Presiden," ucap dia.
Apalagi sudah ada Surat Edaran (SE), Peraturan Pemerintah (PP), serta Undang-Undang yang mengatur tentang kawasan bebas rokok. Misalnya Undang-Undang Nomor 17/2023 tentang kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28/2024, serta Surat Edaran Nomor 29/2024 tentang kesehatan.
Wapres menyatakan bakal menampung usulan, masukan, dan evaluasi anggota Dewan terkait pelayanan kereta api oleh PT KAI. Demikian pula evaluasi dari masyarakat, warga, dan pengguna kereta api demi perbaikan pelayanan perusahaan ke depan.
Sebelumnya usulan gerbong kereta khusus perokok disampaikan anggota Komisi VI DPR, Nasim Khan. Hal ini disampaikannya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, beserta jajaran.
Nasim beralasan keberadaan gerbong khusus perokok bisa menjadi solusi bagi penumpang yang merokok ketika harus menempuh perjalanan panjang.
"Masa rangkaian kereta sepanjang itu tidak ada satu pun gerbong untuk merokok," ujar dia. ils/I-1
- PT KAI
- Gerbong Kereta Api
- Wapres Gibran Rakabuming Raka
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
“Listriknya Mati” Wapres Gibran Kaget Lihat Kelas Gelap di Mimika.
-
Lahan KAI di Kiaracondong Bandung Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD untuk MBR
-
SPKAI: Kecelakaan di Bekasi Timur Jadi Momentum Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
-
Kebijakan WFH, ASN Kemenag Diminta Jaga Ritme Kerja
-
Tiket Kereta dari Tanah Abang ke Merak Cuma Rp11.000, Ekonomis dan Nyaman Menuju Gerbang Pulau Sumatra
-
Tertabrak Kereta di Bawah Flyover Sidoarjo, Nenek 70 Tahun Meninggal
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.