Keris Tidak Lagi Bernilai Mistis, Tapi Mempunyai Nilai Ekonomis

Minggu, 24 Agu 2025, 17:15 WIB

JAKARTA - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, keris adalah pusaka sakral yang diselimuti misteri dan biasanya disimpan rapi di lemari untuk diwariskan secara turun-temurun. Namun, bagi Rivo Cahyono, warga Surabaya keturunan Tionghoa berusia 48 tahun, keris bukan sekadar benda spiritual, melainkan juga investasi bernilai miliaran rupiah.

Alih-alih menyembunyikan koleksinya, Rivo ingin generasi muda melihat keris sebagai identitas budaya sekaligus aset berharga. Ia menyampaikan pesan ini melalui kanal YouTube Ethnic Indonesia, tempatnya membagikan kisah-kisah keris dengan cara yang ringan dan mudah dipahami. Dengan hampir 1.800 video dan 385.000 pelanggan, Rivo kini dikenal sebagai salah satu kolektor keris paling menonjol di Indonesia, sebuah posisi langka, terlebih bagi seseorang di luar lingkaran tradisional Jawa.

Ket. Foto: — Sumber: Jakarta Globe

“Keris bukan lagi sekadar legenda mistis,” ujar Rivo dalam sebuah wawancara pada Minggu. “Jika dirawat dengan baik, keris memiliki nilai ekonomi yang kuat, dan hal itu membuat generasi muda lebih tertarik untuk menjaga tradisi ini tetap hidup.”

Rivo mulai serius mengoleksi keris sejak 2016 dan kini memiliki lebih dari 1.000 bilah keris dari berbagai daerah di Indonesia. Harga keris dalam koleksinya bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga lebih dari Rp1 miliar. Salah satu keris tertuanya, klaimnya, berasal dari abad ke-9.

Dalam sebuah pameran keris baru-baru ini, seorang penjual bahkan menawarinya sebuah keris dengan harga Rp150 juta. Bagi Rivo, momen semacam ini menunjukkan bagaimana pasar keris mulai bergeser dari sekadar mistisisme menuju apresiasi finansial.

Presiden Prabowo Subianto, ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, bahkan pernah menelepon Rivo melalui panggilan video untuk menyatakan dukungannya terhadap misi pelestarian tradisi keris. Hal ini semakin menegaskan bahwa upayanya mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Keris yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, selama ini erat kaitannya dengan tradisi Jawa. Namun, senjata pusaka ini juga tersebar di berbagai wilayah Nusantara, mulai dari Aceh hingga Bali. Dahulu lebih dikenal sebagai pelengkap upacara, kini keris semakin dilirik sebagai koleksi bernilai tinggi.

Perjuangan Rivo dalam mengangkat nilai budaya keris pun mendapat penghargaan istimewa. Sri Susuhunan Pakubuwana XIII dari Keraton Surakarta menganugerahinya gelar Kanjeng Raden Arya, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya menjaga warisan budaya Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.