Ekspedisi Patriot: 2.000 Peserta Uji Nyali Hidupkan Kembali Kawasan Transmigrasi
Minggu, 24 Agu 2025, 22:35 WIBJAKARTA â Program penyebaran dua ribu peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ke 154 kawasan transmigrasi mencerminkan upaya strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan wilayah pinggiran.
Secara demografis, transmigrasi masih memiliki peran penting dalam mengurangi kepadatan penduduk di daerah tertentu sekaligus membuka ruang ekonomi baru di wilayah tujuan.
Namun, tantangan utamanya terletak pada keterbatasan infrastruktur dasar, akses pasar, serta rendahnya daya tarik bagi generasi muda untuk menetap.
Kehadiran TEP dapat menjadi katalis yang menghadirkan inovasi, mulai dari penerapan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga membangun jejaring kewirausahaan lokal.
Di sisi lain, pendekatan ini juga mengandung risiko. Tanpa perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor, penyebaran ribuan peserta bisa berakhir sebatas seremoni, tanpa dampak jangka panjang.
Diperlukan sistem monitoring berbasis data yang presisi untuk mengukur efektivitas program, baik dari sisi peningkatan produktivitas, keterlibatan masyarakat lokal, maupun kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa transmigrasi.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman mengatakan dua ribu peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) akan disebar ke 154 kawasan transmigrasi.
âKami sebar di seluruh kawasan transmigrasi. Kawasan transmigrasi itu ada 153. Sebentar lagi akan menjadi 154. Kami masih menunggu revisi PP (Peraturan Presiden). sehingga kami sebar di 154 itu,â katanya dalam doorstop pasca agenda Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Minggu (24/8).
Pada agenda tersebut, pemerintah memberikan pembekalan terhadap peserta TEP yang berasal dari perguruan tinggi dengan isu-isu yang menyangkut program Asta Cita Presiden seperti swasembada energi dan pangan, pelayanan kesehatan, pertahanan dan keamanan, pendidik, hingga investasi.
Para narasumber terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, dan antar instansi kementerian/lembaga.
Pembekalan diberikan selama 24-25 Agustus dengan harapan mampu menghasilkan kerja nyata dalam melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi, teknologi, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Dalam kegiatan TEP, mereka diminta untuk memberikan solusi terintegrasi guna mengatasi pelbagai persoalan di kawasan transmigrasi.
Sebagai contoh, ditemukan suatu kawasan dengan masyarakat yang sering berperan antar suku atau dusun. Tentu, cara untuk menghadirkan ketenangan dan perdamaian di kawasan tersebut dengan memanfaatkan ilmu-ilmu sosial, sehingga dapat berkontribusi memberikan hasil baik.
Adapun anggaran kegiatan TEP pada tahun ini sekitar Rp176 miliar. Iftitah membuka potensi pada tahun depan, program Transmigrasi Patriot diberikan 50 persen dari total anggaran Kementrans.
âKementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan bahwa akan ada kerja sama dan kolaborasi lebih erat, bahwa akan ada juga nanti anggaran dari Kemdiktisaintek yang akan dialokasikan juga untuk penelitian lebih lanjut,â ucap Iftitah.
Pihaknya turut akan memberikan kesempatan beasiswa pasca sarjana untuk para generasi muda yang mengikuti program TEP, sehingga dapat melanjutkan kuliah di kawasan transmigrasi.
Adapun dua kriteria di antaranya yang bisa memperoleh Beasiswa Patriot ini adalah lulus ujian yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan memiliki seseorang dengan karakter berjiwa patriot.
âMereka betul-betul ada keinginan dari dalam dirinya untuk ikut membangun negeri ini. Bukan dari kota-kota besar, tapi justru dari penjuru-penjuru pelosok-pelosok negeri yang memiliki potensi-potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, sehingga nanti tercipta kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru,â ungkap dia.
Pada keberangkatan perdana ini, TEP akan melaksanakan berbagai aktivitas mereka hingga Desember 2025, yang kemudian akan dilanjutkan secara kontinu pada tahun-tahun mendatang dengan selalu ada perbaikan melalui evaluasi berkala
âMisalkan di dalam satu titik kawasan transmigrasi, mungkin tidak cukup hanya tiga atau empat tim. Mungkin perlu 12 tim,â ujar Mentrans.
- Ekspedisi Patriot
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PKK Kabupaten Barito Utara Dorong Petani Kembangkan Golden Melon
-
Tim Ekspedisi Patriot Resmi Dilepas
-
Cermati Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan
-
Festival Reba Ngada Jakarta, Menghidupkan Warisan Budaya Leluhur di Tanah Rantau
-
Era Baru Pertanian Dimulai! UGM Sebut Inovasi Digital Penentu Ketahanan Pangan Nasional!
-
Barantin dan Satgas Musnahkan 5,7 Ton Udang Terpapar Cs-137 demi Keamanan Pangan
-
Hebat, Sudah di-PHK, Kesehatan Karyawan Sritex Dijamin Enam Bulan, Gratis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.