Barantin dan Satgas Musnahkan 5,7 Ton Udang Terpapar Cs-137 demi Keamanan Pangan
Senin, 17 Nov 2025, 04:00 WIBJakarta - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan pemusnahan 5,7 ton udang dalam 494 kotak karton yang terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137, yang dilakukan bersama Satgas Penanganan Cesium-137 merupakan upaya dalam mengawal keamanan pangan.
Direktur Tindakan Karantina Ikan Barantin Akhmad Alfaraby mengatakan kegiatan pemusnahan itu merupakan bukti nyata dari keseriusan pemerintah dalam menjaga keamanan pangan dan sumber daya hayati Indonesia.
âKegiatan pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen Barantin dalam mengawal keamanan pangan,â kata Alfaraby dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/11).
Barantin menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan pangan dan melindungi sumber daya hayati nasional. Bersama Satgas Cesium-137, Barantin memusnahkan produk udang yang terkontaminasi Cesium-137, Sabtu (15/11).
Dia menuturkan langkah itu merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap komoditas pangan yang beredar tetap aman, sehat, serta tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan.
"Sebanyak 494 kotak karton berisi udang yang terkontaminasi dilakukan pemusnahan atas dasar rekomendasi Barantin dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) perihal pemusnahan produk udang terkontaminasi Cesium-137," ujarnya.
Kegiatan pemusnahan dilakukan secara terpadu bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Bapeten, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Satuan Gugus Cesium-137.
"Kolaborasi lintas lembaga ini memastikan seluruh prosedur penanganan hingga proses pemusnahan berlangsung sesuai standar keamanan radiasi. Kegiatan pemusnahan berlangsung di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Bogor," ujarnya.
Deputi Pengendali Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani mengatakan pemusnahan dilakukan dengan menggunakan insinerator tipe vertical stoker yang dilengkapi Peralatan Pengendalian Emisi Udara dan Continous Emission Monitoring System (CEMS)
"Abu hasil insenerasi diolah lebih lanjut, kemudian ditempatkan di lahan timbus (landfill)," kata Rasio.
Dia menambahkan pemusnahan tersebut menggunakan protokol keamanan radiasi dan keamanan lingkungan yang ketat, sehingga pemusnahan tetap aman terhadap lingkungan sekitar.
"Satu kali proses pemusnahan memerlukan waktu empat jam, kita akan musnahkan hari ini 1 ton, kemudian akan kita lanjutkan," kata Rasio.
- Udang Beku Tercemar Cs-137
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Alcaraz Raih Gelar Monte Carlo Masters, Persiapan Sempurna untuk Prancis Open
-
Roket H2A Diluncurkan Jepang untuk Kali Terakhir
-
Disemprit UNESCO, Pemerintah Benahi Pengelolaan dan Fasilitas Geopark Kaldera Toba
-
Tak Boleh Dianggap Remeh, Mendagri Tegaskan Pentingnya Industri Kerajinan Tangan Mampu Topang Pertumbuhan Ekonomi
-
Ledakan Wisata! Babel Diserbu 2,26 Juta Wisatawan Domestik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.