- Home
-
- Megapolitan
-
- Para Kader Posyandu Tanger...
Para Kader Posyandu Tangerang Door to Door Edukasi Masalah Kesehatan
Rabu, 24 Jun 2026, 10:50 WIBTANGERANG - Â Untuk memberi edukasi terkait kondisi Kesehatan, maka para kader posyandu didorong masuk dari rumah ke rumah warga. Tujuannya untuk mendeteksi dini masalah Kesehatan selain edukasi.
"Fokus kesehatan saat ini telah bergeser, yakni mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, melalui penguatan kompetensi ini, kader diharapkan bisa mendeteksi dini sekaligus mengedukasi warga secara optimal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraini di Tangerang, Rabu.
Ia mengatakan Dinkes Kota Tangerang telah menggelar bimbingan teknis bidang kesehatan guna mengejar target pemenuhan 25 kompetensi dasar bagi ratusan kader posyandu.
Langkah ini diambil untuk mempercepat transformasi pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput, mengingat peningkatan kapasitas kader di bidang kesehatan menjadi agenda yang sangat mendesak.
"Bimtek khusus bidang kesehatan menjadi fondasi utama bagi kami untuk mendorong seluruh kader agar naik kelas dan mampu menguasai 25 kompetensi dasar secara utuh. Mengingat mereka adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat," ujar dr. Dini.
Ia juga menekankan pentingnya Integrasi Layanan Primer (ILP) guna mendukung upaya preventif dan promotif. Melalui kompetensi yang merata, kader diharapkan aktif melakukan kunjungan rumah dan tidak hanya pasif menunggu di pos pelayanan.
"Kami maksimalkan peran kader dalam melakukan deteksi dini sehingga berbagai urusan kesehatan bisa diselesaikan secepat mungkin," ujarnya.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Masturoh Sachrudin mengatakan posyandu era baru harus hadir untuk semua usia mulai dari remaja, usia produktif, hingga lansia.
Ia juga mendorong seluruh jajaran aparatur wilayah untuk memberikan pengawalan ketat dan pembinaan secara berkesinambungan di lapangan.
"Kami meminta para camat dan seluruh lurah untuk terus mengawal, melakukan pembinaan aktif dan memonitoring perkembangan posyandu di wilayah masing-masing," kata dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Benarkah MSG Berbahaya? Kampanye Edukasi Sajikan Temuan Ilmiah
-
Jangan Salah Diagnosis, Ini Tanda Bahaya GERD pada Anak yang Wajib Diwaspadai Orang Tua
-
PT Pertamina Patra Niaga: Stok BBM Pertamax, Pertalite, dan Biosolar di Kalimantan Tengah Aman
-
Ragunan Diserbu Wisatawan, 30 Ribu Pengunjung Diprediksi Saat Libur Paskah
-
Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Perki Pimpin Skrining Jantung Serentak bagi Ribuan Siswa dari Aceh hingga Jayapura
-
Kasus di Demak Jadi Alarm, Pemerintah Perketat Program Makan Bergizi Gratis
-
Cuaca Jakarta Hari Ini: Pagi hingga Siang Berawan Tebal, Sore Hujan Ringan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.