Promosi Lemah, NTB Akan Kalah Bersaing di Peta Wisata Dunia

Sabtu, 23 Agu 2025, 23:10 WIB

MATARAM - Mempromosikan dan berkolaborasi untuk memajukan pariwisata bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis di era kompetisi global yang semakin ketat. 

Indonesia, dengan kekayaan alam, budaya, dan keunikan lokalnya, memiliki modal besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan dunia. 

Ket. Foto: Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati pemandamgan saat matahari terbenam atau sunset di Gili Trawangan.  — Sumber: Antara.

Namun, potensi ini sering kali terhambat oleh lemahnya strategi promosi yang terintegrasi, minimnya kolaborasi lintas sektor, serta ketidaksinambungan program yang mendukung pengembangan destinasi.

Secara analitis, promosi pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan kampanye konvensional, tetapi perlu memanfaatkan pendekatan digital, storytelling kreatif, hingga kerja sama dengan pelaku industri global. 

Branding destinasi harus menyentuh aspek emosional wisatawan—bukan sekadar menjual pemandangan indah, tetapi juga pengalaman otentik yang berakar pada kearifan lokal.

Di sisi lain, kolaborasi multipihak adalah kunci. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas lokal, akademisi, hingga investor perlu bergerak dalam satu ekosistem. 

Pemerintah dapat berperan sebagai regulator dan fasilitator, sementara dunia usaha menghadirkan inovasi dan infrastruktur pendukung. 

Komunitas lokal menjadi garda terdepan yang memastikan pariwisata berkelanjutan, berbasis budaya, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Lebih jauh, kolaborasi antar-daerah maupun antar-negara juga penting untuk memperluas jejaring pasar. 

Skema regional seperti BIMP-EAGA atau kerja sama bilateral bisa membuka peluang wisata lintas batas, memperkuat daya saing, sekaligus mendorong integrasi ekonomi kawasan.

Pariwisata yang maju bukan sekadar mendatangkan devisa, tetapi juga menjadi lokomotif pembangunan daerah, memperkuat identitas budaya, serta menciptakan lapangan kerja. 

Dengan promosi yang cerdas dan kolaborasi yang solid, Indonesia tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan berkelanjutan di tingkat global.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB) Indah Dhamayanti Putri mengajak Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) untuk mempromosikan dan berkolaborasi memajukan pariwisata dalam meningkatkan kunjungan wisata di provinsi ini.

"ASITA merupakan mesin promosi pariwisata. NTB berterima kasih atas peran besarnya dalam mendongkrak industri pariwisata di daerah," ujar Wagub Indah Dhamayanti Putri saat menerima silaturahmi Ketua ASITA NTB dan jajaran melalui keterangan tertulis di Mataram, Sabtu.

Ia menilai geliat pariwisata NTB tak lepas dari kontribusi aktif para pelaku usaha perjalanan wisata, termasuk ASITA, yang selama ini menjadi motor penggerak promosi "Bumi Gora" di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu gebrakan ASITA yang mendapat sorotan positif Wagub adalah Rinjani Travel Mart, agenda besar promosi wisata NTB yang bakal digelar usai perhelatan MotoGP Mandalika, Oktober 2025 mendatang.

"Rinjani Travel Mart akan menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan potensi wisata NTB. Jaringan ASITA yang luas harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memajukan pariwisata NTB," ujarnya.

Wagub menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan terus mendukung langkah-langkah ASITA dan seluruh asosiasi pariwisata lainnya. Sinergi pemerintah dan pelaku industri wisata dinilai sebagai kunci percepatan pembangunan di sektor pariwisata.

"Saya juga minta Dinas Pariwisata NTB lebih proaktif memanfaatkan keberadaan asosiasi besar seperti ASITA. Kolaborasi ini penting agar pariwisata NTB bisa semakin bersinar," ujarnya pula.

Menurutnya, dengan dukungan pemerintah, sinergi pelaku industri, dan ajang-ajang promosi bertaraf nasional, pariwisata NTB diharapkan semakin melaju kencang, memantapkan posisinya sebagai destinasi unggulan dunia.

Ketua ASITA NTB Dewantor Umbu Joka mengaku mengapresiasi dukungan pemerintah daerah untuk sama-sama bersinergi dan berkolaborasi melakukan promosi dan memajukan pariwisata di NTB.

Ia menegaskan kehadirannya bertemu Wagub NTB untuk melaporkan terkait rencana kegiatan Rinjani Travel Mart yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2025.

"Semua pihak harus saling mendukung dalam kerja-kerja membangun pariwisata, karena pelaku wisata tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah," katanya lagi.

  • promosi pariwisata

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.