OJK Ungkap Kinerja Industri Asuransi dan Dana Pensiun Tetap Stabil
Rabu, 06 Mei 2026, 16:05 WIBJAKARTA â Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kinerja sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) tetap terjaga hingga Maret 2026. Stabilitas ketiga sektor itu ditopang tingkat solvabilitas industri yang masih kuat.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono, Selasa (5/5) di Jakarta.
âIndustri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun masih cukup tangguh menghadapi dinamika ekonomi,â ujar dia.
Total aset sektor asuransi tercatat mencapai Rp1.195,75 triliun atau tumbuh 4,38 persen secara tahunan. Aset asuransi komersial meningkat menjadi Rp977,53 triliun, meski pertumbuhan premi masih terbatas.
Sementara itu, akumulasi premi hanya tumbuh 0,74 persen menjadi Rp88,36 triliun. Bahkan premi asuransi jiwa mengalami kontraksi, sementara asuransi umum dan reasuransi masih mencatat pertumbuhan.
Dari sisi permodalan, industri asuransi tetap kuat dengan rasio risk-based capital jauh di atas batas minimum. âHal ini menunjukkan daya tahan perusahaan asuransi masih solid,â kata Ogi.
Meski begitu, OJK menekankan berbagai tantangan yang dihadapi industri-industri tersebut. âMenurut Ogi, saat ini terdapat 16 entitas yang masuk dalam pengawasan khusus sebagai bagian dari mitigasi risiko.
âOJK juga terus memperkuat pengawasan dan mendorong peningkatan kualitas pelaporan,â ujar dia.
Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas industri serta melindungi konsumen.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga. Kondisi ini berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi global pada April 2026.
Menurut dia, situasi global masih dibayangi risiko geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Kesepakatan gencatan senjata Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel belum menenangkan pasar sepenuhnya.
âMeski ada kesepakatan gencatan senjata, penutupan Selat Hormuz masih berlanjut,â ujar dia. Sehingga, lanjut dia, gangguan belum sepenuhnya mereda dan harga minyak tetap volatil.
Meski begitu, OJK terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. âKetidakpastian konflik Iran dan AS tetap menjadi perhatian utama pengawasan,â ucap dia. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Menpar: Pariwisata Indonesia Berada di Jalur Pertumbuhan Positif
-
Vietjet Buka Rute Hanoi–Praha Mulai Oktober 2026
-
Industri Perfilman Tercekik Beban Pajak Ganda, Komisi VII Cari Solusi
-
Kemenhub Dorong Penguatan Transportasi Massal demi Tekan Subsidi BBM
-
Polisi Amankan Senjata Tajam dan Narkoba dalam Operasi di Jakarta Selatan
-
Kvaratskhelia Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Champions Musim Ini
-
Survei Ipsos: Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Memilih Bank Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.