- Home
-
- Megapolitan
-
- Pertumbuhan Vertikal Housi...
Pertumbuhan Vertikal Housing di Jakarta Stagnan, Penjualan Apartemen Tertahan hingga Semester I 2025
Jumat, 22 Agu 2025, 15:00 WIBJAKARTA - Pertumbuhan ekonomi yang melambat turut memberi dampak signifikan pada sektor properti, terutama pasar hunian vertikal di Jakarta. Konsultan properti Knight Frank Indonesia merilis data terbaru yang menunjukkan kondisi stagnan pada penjualan apartemen sepanjang semester I 2025.
Knight Frank mencatat total pasokan apartemen di Jakarta hingga pertengahan 2025 mencapai 248.269 unit. Dari jumlah tersebut, terdapat tambahan 1.208 unit baru yang berasal dari empat proyek di kawasan non-Central Business District (CBD).
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat penjualan apartemen di Jakarta pada periode ini mencapai 95,5%. Angka tersebut turun sekitar 0,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pasokan dan permintaan bersih hanya sekitar 1.000 unit.
"Secara umum pasokan relatif meningkat meskipun sedikit dan demikian juga permintaan. Kita melihat tingkat penjualan atau sales rate yang relatif stagnan sejak masa pandemi atau sejak 2020. Memang kondisi pasar saat ini masih cukup challenging," ujar Syarifah dalam acara online Knight Frank Jakarta Property Highlights H1 2025, Kamis (21/8/2025).
Ia menambahkan, masa kejayaan penjualan apartemen di Jakarta terjadi pada periode 2011 hingga 2017. Pada masa itu, tingkat penjualan mencapai 98% dengan pasokan dan permintaan bersih hingga belasan ribu unit per tahun.
Dari sebaran data apartemen eksisting berdasarkan kelas, mayoritas berada di segmen menengah dengan porsi 43%. Namun, tren terbaru pada semester I 2025 justru menunjukkan pergeseran, di mana proyek apartemen baru terbesar berada di kelas upper dengan persentase 42%.
Hingga pertengahan 2025, diperkirakan tidak akan ada proyek baru yang melakukan new launching maupun re-launching. Kondisi ini disebabkan sejumlah proyek apartemen yang sempat berhenti pembangunannya pada semester I 2024, sehingga membuat suplai baru tertahan.
Meski demikian, Syarifah tetap optimistis penjualan apartemen bisa kembali meningkat pada semester berikutnya. Optimisme ini tidak lepas dari kebijakan PPN DTP 100% yang kembali diperpanjang pemerintah hingga akhir 2025, sehingga mampu mendorong transaksi properti.
"Seperti kita tahu bahwa PPN DTP diperpanjang hingga akhir tahun ini dan secara keseluruhan cukup membantu meningkatkan transaksi dan penjualan," jelas Syarifah.
Bahkan, jika kebijakan PPN DTP terus diperpanjang, Knight Frank memproyeksikan akan ada penambahan sekitar 4.000 unit apartemen baru di Jakarta hingga 2029 mendatang.
"Kemudian untuk Jakarta saat ini sampai tahun 2029 atau 4 tahun ke depan, kita memprediksi bahwa masih akan ada sekitar 4.000 unit baru atau 1,7% dari pasokan yang ada saat ini," tambahnya.
Sementara itu, Country Head Knight Frank Indonesia, Wilson Kalip, menyatakan bahwa pasar kondominium pada 2025 masih menghadapi tantangan berat. Serapan proyek kondominium tahun ini tercatat menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski segmen upper middle dan menengah masih menunjukkan pergerakan.
Wilson menekankan pentingnya strategi pengembang dalam memahami kebutuhan kelas menengah. Menurutnya, penyesuaian produk yang sesuai dengan profil pasar, ditambah dengan akses pembiayaan yang lebih luas, menjadi kunci untuk meningkatkan penjualan.
"Pengembang perlu memahami profil kelas menengah untuk terus berinovasi menghadirkan produk yang dapat diserap pasar saat ini. Tidak hanya terkait lokasi dan karakter produk, namun akses kelas menengah terhadap lembaga keuangan perlu dibuka secara luas untuk terus menggerakan transaksi," pungkas Wilson.
Dengan kondisi pasar yang stagnan namun masih memiliki peluang, sektor properti di Jakarta dituntut untuk adaptif. Inovasi produk, dukungan kebijakan pemerintah, serta akses pembiayaan akan menjadi faktor penentu arah pertumbuhan hunian vertikal di tahun-tahun mendatang.
Berita Terkait:
-
Harga Rumah Makin Terjangkau! PPN Gratis untuk Properti hingga Rp 2 Miliar Resmi Diperpanjang Sampai 2026
-
Pemerintah Ubah Wajib Belajar Jadi 13 Tahun
-
Polda Papua Siapkan Gudang Tampung Beras SPHP di Sembilan Polres
-
Perkuat Daya Tarik, Kawasan Hunian PPRO di Jawa Timur Diramaikan Tenant Baru
-
Warga Bisa Isi BBM Bebas Lagi, Singkawang Cabut Aturan Pembatasan
-
Kasus Cesium Cikande Menjadi Serangan Senyap yang Sangat Berbahaya
-
SAR Padang Cari Nelayan Hilang Usai Perahu Terbalik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.