IHSG Melemah, Kepercayaan Pasar Mulai Pudar?

Jumat, 22 Agu 2025, 18:51 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan catatan merah, digilas derasnya aksi ambil untung investor yang tak ingin berlama-lama menunggu kepastian arah pasar. 

Fenomena “profit taking” ini seolah mencerminkan rapuhnya kepercayaan terhadap daya tahan bursa domestik di tengah gejolak global dan sinyal kebijakan moneter yang masih abu-abu.

Ket. Foto: Bursa Efek Indonesia. — Sumber: Antara

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (22/8) sore, ditutup melemah 31,87 poin atau 0,40 persen ke posisi 7.858,85 seiring aksi profit taking yang dilakukan oleh investor di pasar modal Indonesia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,76 poin atau 0,82 persen ke posisi 822,22.

“Pelaku pasar masih melihat kemungkinan pelonggaran kebijakan The Fed pada September 2025, dengan memperkirakan peluang 75,3 persen untuk penurunan sebesar 25 basis poin,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencari kejelasan tentang arah suku bunga di tengah kekhawatiran bahwa Ketua The Fed Jerome Powell dapat membalikkan ekspektasi pelonggaran jangka pendek.

Pada malam ini, Jerome Powell akan menyampaikan pidatonya dalam simposium Jackson Hole di AS. Menurut CME’s FedWatch tool, peluang penurunan suku bunga The Fed pada September 2025 mendekati 74 persen, atau menurun dari sebelumnya di atas 80 persen.

Di sisi lain, sentimen membaik seiring harapan stimulus baru setelah ekonomi China melambat pada Juli 2025, yang mana mulai September 2025, pemerintah China akan meluncurkan subsidi pinjaman konsumen satu tahun, yang menanggung 90 persen biaya bunga, dengan pemerintah daerah mendanai sisanya.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman informasi rebalancing indeks FTSE Russell yang akan rilis akhir pekan ini waktu setempat

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu sektor transportasi & logistik naik sebesar 2,03 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,54 persen dan 1,07 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 0,39 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun sebesar 0,37 persen dan 0,17 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HUMI, SSTM, COIN, FITT, dan JECC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MFIN, BBLD, POLU, DFAM, dan ARTA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.894.880 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,66 miliar lembar saham senilai Rp16,02 triliun. Sebanyak 361 saham naik, 275 saham menurun, dan 163 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 7,33 poin atau 0,02 persen ke 42.617,50, indeks Hang Seng menguat 243,53 poin atau 0,93 persen ke 25.339,14, indeks Shanghai naik 54,66 poin atau 1,45 persen ke 3.825,76, dan indeks Strait Times menguat 22,12 poin atau 0,52 persen ke 4.253,02.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.