KAI Catat Volume Angkutan Penumpang Semester I Sebanyak 236 Juta Orang, Naik 9 Persen dari Periode Sama Tahun Lalu
Rabu, 20 Agu 2025, 13:07 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat volume angkutan penumpang pada semester pertama tahun ini sebanyak 236 juta penumpang atau naik sembilan persen dari periode sama pada tahun sebelumnya yakni 216 juta penumpang.
âKalau kita melihat semester I 2025 dan bandingkan secara year on year dengan semester I 2024, dari sisi volume angkutan penumpang itu kami naik sembilan persen menjadi 236 juta penumpang,â ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (20/8).
Bobby menambahkan, untuk volume barang pada semester pertama 2025 sebesar 33,3 juta ton atau naik satu persen dari periode sama pada tahun sebelumnya sebesar 32,9 juta ton.
Sedangkan dari sisi on time performance (OTP) pada semester pertama 2025 menjadi 96,2 persen, kecelakaan kereta pada semester I tahun ini dibanding dengan semester pertama 2024 turun 50 persen dari empat kecelakaan kereta menjadi dua kecelakaan kereta.
Sebagai informasi, Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa keberadaan transportasi publik, terutama kereta api Commuter Line, terbukti berkontribusi positif dalam mengurangi kemacetan di jalan raya.
Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap penurunan angka kemacetan ini adalah integrasi layanan transportasi publik yang semakin efisien dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Kemacetan di Jakarta, berdasarkan penelitian TomTom International BV, pada 2023 tercatat berada di peringkat ke-3 di Indonesia, namun kini turun menjadi ke-5.
Indeks rata-rata kemacetan sebesar 43 persen terjadi pada pukul 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB, yang dikenal sebagai rush hour.
Ia mengatakan, kereta api juga berperan penting dalam mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan yang padat. Saat ini pilihan transportasi bagi masyarakat di kawasan perkotaan yang sibuk semakin lengkap dengan adanya beragam jenis angkutan kereta api.
Di antara jenis moda kereta itu yakni kereta api jarak jauh (KAJJ), Commuter Line, kereta cepat Whoosh, Light Rail Transitâââââââ (LRT), kereta bandara, serta angkutan kereta api logistik, yang semuanya saling mendukung untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Mau Puasa Ramadan tapi Lupa Niat, Ini Saran Ulama
-
Atletico Selangkah Lagi Mengakhiri Dahaga Gelar
-
Swiatek dan Gauff Puji Mentalitas Alysa Liu Usai Comeback Sensasional
-
Lagu Anak "Cicak-Cicak di Dinding" dalam Film "Ghost in the Cell", Mengapa Joko Anwar Pilih Tembang Itu?
-
Dorong Energi Hijau, PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates
-
PT KAI Jakarta: 583 Ribu Tiket Terjual untuk Masa Angkutan Lebaran 2026
-
La Liga: Flick Pastikan Gavi Siap Kembali Bermain, Berpeluang Tampil Saat Barcelona Hadapi Sevilla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.