IDAI Ingatkan Risiko Gadget pada Tumbuh Kembang Anak
Minggu, 14 Jun 2026, 19:39 WIBJAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti meningkatnya penyakit tidak menular pada anak akibat perubahan gaya hidup. IDAI juga mengingatkan dampak paparan gadget sejak dini yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Piprim menyebut fenomena tersebut sebagai new lifestyle diseases atau penyakit akibat gaya hidup baru. Ia mengatakan tren peningkatan kasus obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 pada anak terjadi secara global.
"Tetapi ini secara global terjadi tren peningkatan obesitas, peningkatan kasus anak dengan hipertensi. Anak dengan diabetes melitus tipe 2 yang semakin muda," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (14/6).
Selain persoalan metabolik, Piprim juga menyoroti dampak paparan gadget pada anak sejak usia dini. Menurut dia, penggunaan gadget yang tidak disikapi dengan baik dapat memicu gangguan perkembangan anak.
Ia mengatakan keterlambatan bicara serta virtual autism menjadi beberapa masalah yang ditemukan akibat paparan gadget berlebihan. Kondisi tersebut terjadi ketika anak terlalu sering berinteraksi dengan layar dan kurang memperoleh stimulasi yang tepat.
"Apalagi dengan banyaknya anak yang terpapar gadget sejak dini, ini juga banyak selain nanti penyakit metabolik juga ada gangguan perkembangan. Seperti keterlambatan bicara, kemudian ada virtual autism," ucap dia.
Piprim menilai peran orang tua sangat penting dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan gadget sebagai sarana utama untuk menenangkan anak.
Menurut dia, banyak orang tua tidak menyadari gangguan perkembangan yang dialami anak karena terlalu fokus pada penggunaan gadget. Akibatnya, masalah perkembangan baru diketahui setelah kondisinya menjadi lebih serius.
"Orang tua lebih senang anaknya anteng melihat gadget, dia juga asyik sendiri scroll media sosial. Kemudian anaknya karena anteng itu dia luput bahwa ternyata anaknya ada gangguan perkembangan yang serius," kata dia.
Piprim mengajak berbagai pihak, termasuk media, untuk ikut mengedukasi masyarakat mengenai risiko penggunaan gadget pada anak. Ia menegaskan anak berusia di bawah dua tahun seharusnya tidak terpapar layar atau menerapkan zero screen time. ils/I-1
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
- Pembatasan gadget
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Persik Kediri Perpanjang Kontrak Ezra Walian
-
ESDM: Jaringan Listrik di Banda Aceh Pulih Minggu Besok
-
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Arah Laut Timur
-
Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha
-
Dinkes Lampung Selatan Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan Cegah Malaria
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.