BGN Percepat Verifikasi Mitra SPPG di Wilayah 3T
Rabu, 20 Agu 2025, 03:03 WIBUntuk pemerataan dan menjangkau seluruh pelosok negeri, BGN mempercepat verifikasi mitra SPPG untuk wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar.
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat verifikasi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) guna memastikan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih merata dan menjangkau masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan seluruh pemerintah daerah untuk membentuk satuan tugas (satgas) yang akan mempercepat pendirian SPPG di wilayah-wilayah sulit dijangkau.
âJadi kami melakukan percepatan melalui dua hal, untuk daerah aglomerasi kita percepat semua yang sudah mendaftar di portal mitra melalui percepatan verifikasi. Untuk daerah 3T, kami bekerja sama dengan Kemendagri dan seluruh pemerintah daerah untuk membentuk satgas-satgas, sehingga di manapun ada penduduk, meski tidak ada anak seolah, kami akan dirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan pola 3T,â jelas dia saat menghadiri pameran memperingati satu tahun BGN di ANTARA Heritage Center, ÂJakarta Pusat, pada Selasa (19/8).
Ia juga menyebutkan, BGN akan menyelesaikan seluruh infrastruktur SPPG di akhir Oktober hingga November agar distribusi MBG dapat mencapai target Presiden Prabowo Subianto yakni 82,9 juta penerima manfaat di akhir tahun 2025.
âJadi target kami nantinya, kami ingin menyelesaikan seluruh infrastruktur itu di akhir Oktober atau awal November, sehingga seluruh penerima manfaat bisa menerima manfaat di akhir November,â ucapnya.
Efek Ganda
Dadan juga mengemukakan Program MBG terbukti memberikan efek pengganda bagi pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan new emerging market atau permintaan baru yang akan menyerap produk-produk pertanian hingga peternakan di masing-masing wilayah.
âSekarang orang mulai melirik bahwa program ini memberikan multiplier effect yang luar biasa, dan saya kira ini akan terus berlanjut karena kami tadinya memang hanya ingin melayani 17,5 juta dengan 5.000 SPPG dengan dana 71 triliun rupiah, tetapi Pak Presiden kemudian menginginkan percepatan yang luar biasa, sehingga 82,9 juta (penerima MBG) itu harus diberikan manfaat di akhir tahun ini juga,â paparnya.
Ia juga mengemukakan, berkat Program MBG, terjadi peningkatan permintaan makanan dan minuman hingga delapan persen. Hal tersebut kontra dengan penurunan penarikan biaya parkir yang menurut dia merupakan dampak dari perubahan restoran atau kafe menjadi dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
âHal yang cukup menarik juga, ketika ada angka pertumbuhan permintaan makan-minum sampai delapan persen, itu kontra dengan faktor ikutannya. Biasanya faktor makan-minum itu ikutannya adalah faktor parkir, tetapi ternyata parkirnya turun, makan-minumnya naik tapi parkirnya turun, kemudian Menteri ÂKeuangan mengatakan ini pasti karena faktor MBG, dan saya sudah bisa jelaskan, karena di Cibubur, di Fatmawati (Jakarta Selatan), di Bogor, di berbagai daerah banyak restoran, kafe, dan katering yang berubah fungsi menjadi SPPG,â tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, mengungkapkan program MBG saat ini telah menjangkau lebih dari 22 ribu siswa dengan distribusi makanan sehat melalui dapur umum yang tersebar di sembilan kecamatan.
âPenerima manfaat program MBG akan terus diperluas dengan penambahan SPPG yang kini sedang berjalan,â kata Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang Selasa.
Wali Kota Sachrudin mengatakan MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo yang siap dijalankan di Kota Tangerang sebab manfaatnya sangat besar dan langsung dirasakan pelajar.
Termasuk juga dengan cek kesehatan gratis yang kini telah menjangkau 85 ribu warga termasuk pelajar sebagai bagian dari menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.
âKota Tangerang juga terus melakukan program inovatif agar bisa menjadi pelopor perubahan, bukan sekadar pelaksana kebijakan pusat,â ujarnya.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan saat ini sedang dibangun SPPG Polres Metro Tangerang Kota yang menargetkan melayani sekitar 4.000 peserta yang terdiri dari siswa-siswi sekolah dan peserta Posyandu dengan menyediakan makanan bergizi setiap hari.
SPPG Polres Metro Tangerang berlokasi di wilayah Kecamatan Karawaci di atas lahan berukuran 20 Ã 45 meter. SPPG Polres Metro Tangerang telah diresmikan Kapolri kemarin secara virtual sebagai tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.
âSPPG ini akan berdampak besar terhadap perbaikan gizi anak-anak dan masyarakat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru yang menyerap tenaga kerja lokal. Ini bukan hanya soal makanan, tapi soal masa depan bangsa,â kata Kapolres.
Sebelumnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam acara Rakor bersama kepala daerah di Banten beberapa waktu mengatakan di Banten target melayani MBG ada 2,9 juta siswa, belum termasuk ibu hamil dan menyusui. âKita butuh sekitar 1.388 SPPG,â katanya. Â Ant/S-2
- SPPG
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SPPG Harus Menjaga Kualitas Makanan Selama Ramadan
-
Geopolitik Memanas! Rupiah Hari Ini Melemah Saat Risiko Perang Terbuka AS–Israel dan Iran Meningkat
-
53 SPPG di Tulungagung Belum Mengajukan SLHS
-
Pendampingan Intensif pada Sejumlah SPPG dalam Pengelolaan Limbah
-
Pelatihan Kru SPPG dalam Menghadapi Kebakaran
-
44 SPPG di Kota Kediri Sudah Memiliki SLHS
-
Sertifikasi SPPG Jangan hanya Sekadar Formalitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.