BMKG Pastikan Gempa M5,6 di Gayo Lues Tak Berpotensi Tsunami, Masyarakat Diimbau untuk Tetap Tenang
Rabu, 22 Jul 2026, 14:20 WIBMEDAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa bumi tektonik yang terjadi di Gayo Lues, Aceh dengan Magnitudo 5,6 pada Rabu (22/7) siang tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang.
"Dari hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi menyebabkan tsunami," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan yang diterima di Medan, Rabu.
Disebutkan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan Magnitudo 5,5 pada kedalaman 9 km.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4.24° LU; 97.56° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 km arah timur laut Gayo Lues.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal diduga akibat aktivitas sesar Oreng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip).
Berdasarkan laporan masyarakat dan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan intensitas V MMI (getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti) di Gayo Lues.
Lalu pada skala IV MMI (getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhoksumawe, Aceh Timur, Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Getaran juga terasa di Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Jaya, Aceh Selatan dan Aceh Tamiang dengan skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Hingga pukul 11.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi pendahuluan (foreshock) dengan Magnitudo 3,8 dan dua aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,3.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Cerah dan Berawan Tebal Sepanjang Hari Minggu
-
Kemenkes Kirim Logistik Kesehatan Respons Kebakaran TPA Jatiwaringin
-
Gelar Ojol Pelopor 2026, Dishub DKI Bekali Ratusan Driver Aturan Lalu Lintas
-
Satpol PP Bawa Pemuda Minta Uang Bermodus Habis Bensin ke Panti Sosial
-
Sampah Jadi Listrik, Wali Kota Sebut PSEL Galuga–Kayumanis Dongkrak EBT Nasional
-
Perluas Akses Kerja bagi Perempuan, Kemnaker-FPPI Jalin Kerja Sama
-
KBRI Paris Sambut Taman Indonesia di Prancis, Bukti Pemajuan Diplomasi Budaya Kian Menguat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.