Revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan Diharapkan Jadi Ikon Hiburan Rakyat Jakarta

Selasa, 19 Agu 2025, 17:30 WIB

JAKARTA – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendorong Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk melakukan revitalisasi besar-besaran di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Menurutnya, kebun binatang seluas 127 hektare itu harus dikembangkan menjadi ikon taman hiburan rakyat Jakarta.

“Ragunan harus jadi ikon Jakarta untuk taman hiburan rakyat,” ujar Yuke, beberapa waktu lalu.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

Ia menekankan perlunya perencanaan matang agar revitalisasi yang dilakukan benar-benar memberi dampak positif bagi kenyamanan masyarakat.

Yuke menilai, pembenahan yang serius harus segera diwujudkan melalui terobosan baru dalam pengelolaan TMR. Perencanaan yang baik akan menjadi dasar agar revitalisasi tidak sekadar perbaikan fisik, melainkan juga peningkatan kualitas pelayanan.

“Terobosan untuk revitalisasi,” tandas Yuke.

Ia berharap konsep pembenahan tersebut mampu menghadirkan wajah baru TMR sehingga keberadaannya semakin relevan dengan kebutuhan hiburan masyarakat Jakarta.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, meskipun harga tiket masuk TMR masih tergolong murah, fasilitas layanan harus tetap maksimal. Ia menyoroti pentingnya pemenuhan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) agar sesuai dengan standar pelayanan publik yang layak.

Selain itu, Yuke menekankan pentingnya optimalisasi kondisi hewan yang menjadi daya tarik utama TMR. Menurutnya, kualitas kesejahteraan satwa juga bagian dari revitalisasi agar pengunjung mendapatkan pengalaman edukatif sekaligus hiburan.

“Kita harap, pasca (revitalisasi) itu harus lebih oke lagi. Fasilitas seperti toilet, jalan, lampu, dan kebersihannya terjaga,” ungkap Yuke.

Ia menilai kenyamanan pengunjung sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas yang memadai dan dikelola secara profesional.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga menyoroti pentingnya pembenahan di TMR. Menurutnya, revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat posisi TMR sebagai salah satu destinasi wisata andalan Jakarta.

Pramono menjelaskan, salah satu fokus perbaikan adalah penyediaan lahan parkir yang lebih luas. Hal itu penting untuk mengakomodasi jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap akhir pekan dan musim liburan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penambahan bus keliling di dalam area TMR. Layanan ini diharapkan memberi kemudahan bagi pengunjung untuk menjelajahi seluruh area kebun binatang tanpa terkendala luasnya kawasan.

Dengan lahan mencapai 127 hektare, TMR membutuhkan sarana transportasi internal yang nyaman dan terjangkau. Penambahan fasilitas ini diyakini dapat meningkatkan kualitas kunjungan sekaligus memperpanjang waktu wisata warga.

Revitalisasi TMR juga diharapkan mampu mengangkat citra Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap wisata keluarga. Sebagai salah satu kebun binatang terbesar di Asia Tenggara, TMR memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan.

Melalui pembenahan yang terarah, fasilitas yang lebih baik, serta pengelolaan satwa yang profesional, TMR diyakini bisa bersaing dengan kebun binatang modern di kota-kota besar dunia. Revitalisasi juga akan memperkuat peran TMR sebagai ruang publik sekaligus pusat edukasi lingkungan hidup.

Dengan adanya dukungan dari DPRD dan komitmen pemerintah, revitalisasi TMR diharapkan berjalan konsisten. Ke depan, TMR bukan hanya sekadar kebun binatang, melainkan ikon hiburan rakyat Jakarta yang membanggakan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.