Memperkuat Karakter Calon Paskibraka Lewat Revolusi Mental

Rabu, 05 Agu 2026, 22:37 WIB

Martapura - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memperkuat  karakter 33 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melalui pembekalan revolusi mental  untuk membangun integritas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan menjelang pelaksanaan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembekalan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjar di Aula BKPSDM Martapura itu tidak hanya mempersiapkan kemampuan teknis pengibaran bendera, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter agar para peserta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ket. Foto: Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Pembekalan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Aula BKPSDM Martapura, beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea di Martapura, Rabu, mengatakan pembentukan karakter menjadi fondasi utama bagi anggota Paskibraka karena mereka merupakan representasi generasi muda yang diharapkan mampu menjaga integritas, disiplin, dan semangat nasionalisme. 

"Menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, kalian harus menjaga sikap, disiplin, dan integritas, tidak hanya selama masa pelatihan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah contoh yang baik bagi teman sebaya dan masyarakat," ujarnya.

Yudi menjelaskan revolusi mental Paskibraka lahir dari kebutuhan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan baris-berbaris, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, bertanggung jawab, serta mampu menjadi pemimpin di masa depan.

Menurut dia, visi revolusi mental Paskibraka adalah mewujudkan anggota Paskibraka sebagai teladan karakter bangsa yang unggul, berintegritas, dan berjiwa revolusi mental sehingga mampu memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.

Program pembinaan tersebut dilaksanakan melalui empat tahapan utama yang saling melengkapi. 

"Latihan fisik menjadi tahapan awal untuk membangun kebugaran, kedisiplinan, dan daya tahan peserta sebagai bekal menjalankan tugas dengan optimal," kata Yudi.

Tahapan berikutnya difokuskan pada latihan praktik berupa penguasaan tata upacara, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga simulasi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih sesuai standar nasional. 

Peserta juga mengikuti pembinaan kesiapsiagaan melalui berbagai simulasi situasi lapangan untuk melatih kemampuan mengambil keputusan dan bekerja sama dalam tim.

"Kami berharap seluruh calon Paskibraka menjadi agen perubahan yang membawa nilai integritas, disiplin, dan nasionalisme di lingkungan masing-masing, bukan hanya saat bertugas pada peringatan kemerdekaan," ujarnya.

Melalui pembinaan karakter yang terintegrasi dengan pelatihan teknis, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap seluruh calon Paskibraka mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih secara profesional sekaligus menjadi teladan yang memperkuat karakter kebangsaan di tengah masyarakat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.